HeadlineJatimPemerintahan

Tiga Bulan Mengejar Rp5 Triliun, DJKN Jatim Dorong Akselerasi Lelang

1
×

Tiga Bulan Mengejar Rp5 Triliun, DJKN Jatim Dorong Akselerasi Lelang

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, ANALISA PUBLIK — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Timur berpacu dengan waktu mengejar target pokok lelang lebih dari Rp5 triliun. Hingga September 2026, realisasi masih sekitar Rp2,3 triliun, sehingga tersisa selisih sekitar Rp2,7 triliun menjelang akhir tahun.

Kepala Kanwil DJKN Jawa Timur, Arik Hariyono, mengatakan percepatan pelaksanaan lelang menjadi langkah penting untuk mempersempit selisih antara target dan realisasi.

“Perlu ada akselerasi untuk mencapai target. Di samping itu dibutuhkan komunikasi yang intensif dari masing-masing perwakilan,” ujar Arik, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, potensi objek lelang di masing-masing wilayah harus segera ditindaklanjuti dan tidak berhenti pada tahap inventarisasi.

“Itulah perlunya lelang dibuka,” katanya.

Arik tetap optimistis target tersebut dapat dikejar hingga akhir 2026.

“Harus optimis. Karena kalau tidak optimis, tidak akan bisa mencapai target kita,” tegasnya.

Kanwil DJKN Jawa Timur membawahi enam Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), yakni Surabaya, Sidoarjo, Malang, Madiun, Jember, dan Pamekasan. Keenam unit tersebut berperan dalam mengidentifikasi potensi objek, menindaklanjuti permohonan, serta mendorong realisasi lelang di wilayah masing-masing.

Pelaksanaan lelang juga berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Optimalisasi penerimaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kekuatan fiskal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hingga akhir Agustus 2026, pemerintah menyebut perekonomian Indonesia tetap tangguh di tengah dinamika global. Permintaan domestik tetap kuat dan stabilitas ekonomi terjaga melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

APBN juga terus diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membiayai program prioritas nasional, serta menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program perlindungan sosial.

Pendapatan negara yang tumbuh, belanja yang efektif dan produktif, serta defisit yang terkendali menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas APBN sekaligus memperkuat fungsinya sebagai peredam gejolak ekonomi.

Dengan selisih sekitar Rp2,7 triliun yang masih harus dikejar, akselerasi lelang dan koordinasi antar-KPKNL menjadi kunci untuk mendorong pencapaian target Kanwil DJKN Jawa Timur hingga akhir 2026.

Reporter: Widodo
Editor: Wetli H. Ali

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.