Hukum Kriminal

13 Pengunjung Positif Narkotika di Jakarta, BNN Soroti Etomidate dan Rehabilitasi

2479
×

13 Pengunjung Positif Narkotika di Jakarta, BNN Soroti Etomidate dan Rehabilitasi

Sebarkan artikel ini

Operasi BNN di Jakarta menemukan 13 pengunjung positif narkotika. Tujuh direkomendasikan rehabilitasi rawat jalan, delapan terindikasi etomidate.

Jakarta, Abahtindik.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bareskrim Polri menemukan 13 pengunjung positif narkotika dari 328 orang yang menjalani tes urine dalam operasi gabungan di empat tempat hiburan malam kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Timur, Sabtu 17 Oktober 2026.

Hasil pemeriksaan menunjukkan delapan orang terindikasi menggunakan etomidate, empat positif metamfetamina, dan satu positif THC.

Temuan tersebut menjadi perhatian BNN, terutama terkait penyalahgunaan etomidate melalui rokok elektrik atau vape yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Pemberantasan BNN RI Brigjen Pol Adri Irniadi menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan kelanjutan pemberantasan narkotika yang sebelumnya dilakukan BNN provinsi bersama kepolisian daerah di sejumlah kawasan rawan narkoba.

Kali ini, pengawasan diperluas ke tempat hiburan malam untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan narkotika di ruang publik.

Tujuh Pengunjung Direkomendasikan Rawat Jalan

BNN tidak langsung menerapkan penanganan seragam terhadap 13 pengunjung yang menunjukkan hasil positif.

Deputi Bidang Rehabilitasi BNN melakukan asesmen untuk menentukan tingkat penggunaan dan kebutuhan pemulihan masing-masing individu.

Hasil asesmen awal menunjukkan seluruh pengunjung berada dalam kategori penggunaan ringan, meskipun satu orang masih memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Sebanyak lima orang direkomendasikan menjalani intervensi singkat, tujuh mengikuti rehabilitasi rawat jalan, sedangkan satu orang membutuhkan asesmen lanjutan.

Plt. Deputi Rehabilitasi BNN RI dr. Amrita Devi menekankan bahwa penanganan penyalahguna harus berdasarkan kondisi individu, bukan semata-mata hasil positif tes urine.

Menurut Amrita, asesmen diperlukan agar setiap penyalahguna memperoleh layanan rehabilitasi sesuai kebutuhan sekaligus mencegah penggunaan narkotika berulang.

Pengawasan dan Rehabilitasi Jadi Prioritas

Operasi gabungan BNN dan Bareskrim Polri memperlihatkan dua fokus penanganan, yakni pengawasan penyalahgunaan narkotika di tempat hiburan malam dan pemberian layanan rehabilitasi.

BNN mengedepankan pendekatan humanis terhadap penyalahguna tanpa mengesampingkan pemberantasan peredaran gelap narkotika.

Temuan delapan pengunjung yang terindikasi menggunakan etomidate juga menegaskan pentingnya pengawasan terhadap penyalahgunaan zat melalui vape.

Namun, hasil operasi tidak berhenti pada pemeriksaan urine dan penetapan rekomendasi rehabilitasi.

Tindak lanjut terhadap 13 pengunjung menjadi perhatian untuk memastikan lima orang memperoleh intervensi singkat, tujuh menjalani rehabilitasi rawat jalan, dan satu mendapatkan asesmen lanjutan sesuai kebutuhan.

Pelaksanaan rekomendasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan upaya pemberantasan narkotika berjalan seiring dengan pemulihan penyalahguna.

Reporter: Bhayu Indarto

Editor: Aris Setyoadji

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.