Pemerintahan

Tanggul Bronjong di Situbondo Rampung, Khofifah: Cegah Banjir dan Jamin Irigasi Puluhan Hektare Sawah

133
×

Tanggul Bronjong di Situbondo Rampung, Khofifah: Cegah Banjir dan Jamin Irigasi Puluhan Hektare Sawah

Sebarkan artikel ini

Situbondo, abahtindik.com– Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah merampungkan pembangunan tanggul bronjong di beberapa titik sungai di Kabupaten Situbondo. Proyek ini dibangun untuk mengatasi masalah banjir sekaligus menjamin sistem irigasi bagi puluhan hektare areal persawahan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memastikan bahwa sejumlah pembangunan tanggul bronjong di Situbondo telah selesai. Titik-titik tersebut meliputi Sungai Selowogo, Sungai Plalangan, dan afvour C13 (saluran pembuangan).

“Kemarin kami meninjau langsung ke lokasi. Pembangunan tanggul ini juga dilakukan untuk memperbaiki aliran sungai yang jebol akibat banjir bandang yang terjadi pada 3 Februari 2025,” kata Khofifah dalam keterangannya di Situbondo, Minggu (28/9).

Pembangunan ini diharapkan dapat mencegah air sungai meluap ke areal persawahan warga, pemukiman, dan jalan nasional.

“Setelah melihat langsung, saya optimistis pemasangan bronjong ditambah pengerukan yang dimulai hari ini, Minggu (28/9), mampu mencegah banjir sekaligus mengairi sawah,” ujarnya.

Pemasangan tanggul bronjong ini dilanjutkan dengan pengerukan di Sungai Selowogo, Sungai Plalangan, dan afvour C13 dengan total panjang 872 meter. Proyek ini disebut Khofifah akan berdampak signifikan pada sistem pertanian masyarakat yang menanam padi, tembakau, dan jagung.

“Pemasangan bronjong memiliki peran vital dalam mendukung pertanian warga untuk mengembalikan fungsi irigasi yang mengairi total 59 hektare sawah di Desa Mlandingan Wetan, Mlandingan Kulon, Desa Selowogo, dan Desa Klatakan (Kecamatan Kendit),” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mlandingan Wetan, Muzani Fattah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas bantuan serta kepedulian terhadap warga.

“Ke depan saya berharap pemasangan bronjong bisa dilakukan kembali untuk mencegah banjir sekaligus semakin menghidupkan lahan pertanian masyarakat,” katanya.( wa/at)

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *