HeadlinePemerintahan

Nataru 2025, TNI Dan Polri Pastikan Natal Dan Tahun baru di Sumenep Berjalan Dengan Damai

75
×

Nataru 2025, TNI Dan Polri Pastikan Natal Dan Tahun baru di Sumenep Berjalan Dengan Damai

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, abahtindik.com – Di tengah kesunyian malam di Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, kerlip lampu hias di Gereja Bethel memancarkan kedamaian. Namun, di balik ketenangan ibadah Natal 2025 tersebut, ada kesiagaan penuh dari aparat gabungan yang berjaga tanpa jeda.

TNI dan Polri memastikan perayaan Natal di Kabupaten Sumenep berlangsung tanpa cela melalui pengamanan terpadu dalam Operasi Natal dan Tahun Baru (Nataru). Fokus utama penjagaan ditempatkan di titik-titik krusial, salah satunya adalah Gereja Bethel.

Penjagaan Lapis Keamanan

Pengamanan ketat dilakukan sejak Rabu (24/12/2025) malam hingga Kamis (25/12/2025) pagi. Sejak pukul 24.00 WIB, personel dari Kodim 0827/Sumenep dan Polres Sumenep sudah bersiaga di pos pantau strategis yang didirikan tepat di depan gereja.

Langkah ini bukan sekadar formalitas. Aparat melakukan penyisiran dan pemantauan lingkungan sekitar untuk mengantisipasi sekecil apa pun potensi gangguan keamanan yang dapat mengusik kekhusyukan umat Kristiani.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal berjalan aman dan lancar. Ini merupakan komitmen TNI-Polri dalam menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama,” ujar Serka Bagus PW, Babinsa Koramil 0827/14 Batang-Batang, Kamis (25/12).

Pendekatan Humanis dan Partisipatif

Berbeda dengan pola pengamanan kaku, aparat di Sumenep kali ini mengedepankan pendekatan preventif berbasis partisipasi warga. Personel di lapangan terpantau aktif menjalin koordinasi dengan pengurus gereja serta warga sekitar yang mayoritas Muslim, menciptakan harmoni sosial yang kuat.

Hingga ibadah sesi pagi berakhir pukul 08.00 WIB, situasi di sekitar Gereja Bethel dilaporkan tetap kondusif. Tidak ditemukan gangguan menonjol yang menghambat jalannya peribadatan.

Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa di ujung timur Pulau Madura, negara hadir untuk menjamin kebebasan beribadah. Pengamanan Natal di Sumenep bukan sekadar soal menjaga bangunan, melainkan merawat stabilitas sosial dan mempertebal nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. (RES)

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *