HeadlinePemerintahan

PLN Gerak Cepat Tangani Titik Panas Transmisi di Surabaya dan Malang

60
×

PLN Gerak Cepat Tangani Titik Panas Transmisi di Surabaya dan Malang

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, abahtindik.com – Mengawali tahun 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melakukan langkah mitigasi cepat terhadap anomali sistem kelistrikan. Tim teknis diterjunkan untuk menangani dua titik panas (hotspot) yang terdeteksi pada sistem transmisi di wilayah Surabaya dan Malang guna menjamin stabilitas pasokan listrik di Jawa Timur hingga Bali.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menjelaskan bahwa temuan hotspot tersebut teridentifikasi di dua lokasi vital, yakni Gardu Induk (GI) 150 kV Kalisari, Surabaya, serta Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Pakis–Purwosari #2 Tower 133 di Malang.

“Setiap indikasi anomali, termasuk hotspot, harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih besar. Keandalan transmisi menjadi fondasi utama keberlangsungan pasokan listrik,” ujar Ika dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/1/2026).

Hotspot merupakan kondisi suhu berlebih pada komponen kelistrikan yang dipicu oleh aliran arus yang tidak optimal. Jika dibiarkan, fenomena ini berisiko mengakibatkan kerugian daya (losses), mempercepat kerusakan material, hingga memicu pemadaman tidak terencana.

Di Surabaya, PLN mengerahkan 15 personel untuk melakukan perbaikan serta penggantian konduktor pada sisi Current Transformer (CT) menuju Disconnecting Switch (DS) Line bay Sukolilo 1 di GI 150 kV Kalisari.

Sementara itu, untuk wilayah Malang, pemeliharaan difokuskan pada konduktor jumper fasa tengah di SUTT 150 kV Pakis–Purwosari #2. Penanganan dilakukan secara terukur untuk memastikan komponen kembali pada suhu operasional normal.

Dalam pelaksanaannya, Ika menegaskan bahwa seluruh tim di lapangan wajib mematuhi prosedur operasional standar yang ketat. Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi prioritas utama guna memastikan teknisi tetap aman selama menangani peralatan bertegangan tinggi.

“Upaya ini memastikan peralatan kembali beroperasi normal tanpa mengganggu kontinuitas penyaluran listrik kepada pelanggan,” tambah Ika.

Langkah preventif ini merupakan bagian dari komitmen PLN UIT JBM dalam menjaga kualitas layanan infrastruktur energi. Stabilitas sistem transmisi dinilai krusial untuk mendukung produktivitas masyarakat serta memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur dan Bali sepanjang tahun 2026.

(Res)

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *