HeadlinePemerintahan

Pemkab Pasuruan Upayakan Tata Ulang Pasar Wisata Cheng Hoo

48
×

Pemkab Pasuruan Upayakan Tata Ulang Pasar Wisata Cheng Hoo

Sebarkan artikel ini

PASURUAN, abahtindik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mulai menyusun langkah strategis untuk memoles wajah Pasar Wisata Cheng Hoo, Pandaan. Melalui dialog terbuka, pemerintah menggandeng para pedagang guna membahas penataan kawasan agar lebih tertib, nyaman, dan memiliki daya tarik lebih bagi wisatawan.

Diskusi tersebut diinisiasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Pasuruan. Turut hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan untuk menyerap aspirasi langsung dari akar rumput.

Sejumlah persoalan krusial menyeruak dalam pertemuan itu, mulai dari minimnya sarana penerangan jalan umum (PJU), kebutuhan pengawasan ketat pada jam operasional sibuk, hingga penanganan pedagang liar yang dinilai mengganggu estetika pasar.

Perwakilan pedagang kaki lima, Kerto, menegaskan bahwa para pedagang pada dasarnya sepakat dengan rencana penertiban tersebut. Namun, ia menitipkan catatan mengenai aspek keamanan dan fasilitas penunjang.

“Pada prinsipnya kami siap mendukung penertiban Pasar Cheng Hoo. Perlu ada petugas pada jam ramai demi keamanan bersama. Penerangan juga perlu ditambah karena masih ada titik-titik yang gelap,” ujar Kerto sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Pemkab Pasuruan, Jumat (23/1/2026).

Kerto juga secara jujur mengakui adanya tunggakan retribusi selama tiga bulan terakhir dari pihak pedagang.

Menanggapi pengakuan pedagang, Kepala Diskop UKM Perindag Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghony, mengapresiasi kejujuran dan kesadaran pedagang akan kewajiban mereka. Ia menjelaskan bahwa penarikan retribusi memang sempat terhenti sementara karena kendala teknis regulasi.

“Meskipun retribusi adalah bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), penarikan sementara belum dilakukan karena belum adanya aturan yang mengatur secara teknis,” jelas Ghony.

Ia menambahkan, dialog ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Pasuruan sebagai tindak lanjut atas berbagai keluhan yang diterima saat kunjungan lapangan sebelumnya.

Di sisi lain, persoalan parkir juga menjadi sorotan. Koordinator Parkir Pasar Cheng Hoo, Pramono, mengungkapkan bahwa keterbatasan lahan seringkali membuat kendaraan meluber hingga ke area luar pasar, terutama saat akhir pekan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, berkomitmen akan bergerak cepat merespons keluhan teknis seperti lampu padam maupun semrawutnya parkir.

“Insyaallah kami akan sigap menindaklanjuti laporan. Kami telah menyiapkan beberapa kanal pengaduan, dan jika memungkinkan akan langsung diperbaiki di lokasi,” tegas Digdo.

Melalui langkah kolaboratif ini, Pemkab Pasuruan menargetkan transformasi Pasar Wisata Cheng Hoo menjadi destinasi yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi lokal secara lebih maksimal.

(Res)

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *