SURABAYA, abahtindik.com – Pemerintah Kota Surabaya resmi membuka proses Konsolidasi Pengadaan Bahan Material Konstruksi berupa semen untuk Tahun Anggaran 2026. Langkah ini diambil guna memastikan ketersediaan material pembangunan infrastruktur di Kota Pahlawan berjalan efektif dan transparan.
Pengumuman yang dirilis pada Kamis (22/1/2026) ini ditujukan bagi para prinsipal, pabrikan, produsen, hingga penyedia material konstruksi yang memiliki kualifikasi resmi untuk terlibat dalam proyek strategis kota.
Dalam keterangannya, Pemkot Surabaya menegaskan bahwa seluruh pembiayaan paket pengadaan semen ini bersumber sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya Tahun Anggaran 2026.
Demi menjaga akuntabilitas, proses penyusunan konsolidasi ini tidak dilakukan sendirian. Pemkot Surabaya melibatkan pendampingan ketat dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) serta Tenaga Ahli Sipil dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).”Pendampingan ini bertujuan untuk memastikan setiap tahapan konsolidasi sesuai dengan regulasi, berbasis pada data kebutuhan riil di lapangan, serta mengedepankan prinsip efisiensi dan efektivitas,” tulis pernyataan resmi Pemkot Surabaya.
Keterlibatan pakar dari ITS diharapkan mampu memberikan standar spesifikasi teknis yang tepat, sehingga kualitas pembangunan fisik di Surabaya tetap terjaga dalam jangka panjang.
Seluruh rangkaian proses pengadaan dipusatkan di Kantor Bagian Pengadaan Barang/Jasa dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Surabaya, yang beralamat di Jalan Sedap Malam Nomor 1, Surabaya.
Melalui konsolidasi terpusat ini, Pemerintah Kota Surabaya optimistis dapat menjaring penyedia yang kompeten dan profesional. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mempercepat akselerasi pembangunan infrastruktur kota sepanjang tahun 2026.
(Res)











