SITUBONDO — abahtindik.com | Putusnya jembatan penghubung di Desa Jetis, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, akibat banjir, mengakibatkan terganggunya akses vital warga menuju pusat aktivitas ekonomi dan pemenuhan kebutuhan harian. Jembatan tersebut selama ini menjadi satu-satunya jalur penghubung antarpermukiman di wilayah terdampak.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, sekitar 150 kepala keluarga di Dusun Krajan, Desa Wringinanom, terdampak langsung akibat terputusnya jembatan tersebut. Selama ini, warga mengandalkan jalur itu untuk beraktivitas ke Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, serta menuju kawasan Besuki untuk kebutuhan ekonomi dan layanan dasar skala lebih luas.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Agus Sutanto, mengatakan jembatan yang rusak tersebut tidak memiliki jalur alternatif sehingga berperan sebagai akses vital bagi mobilitas warga.
“Jembatan ini merupakan satu-satunya akses warga. Tidak ada jalur pengganti. Jika tidak segera ditangani, aktivitas masyarakat berpotensi terhenti,” ujar Agus Sutanto.
Pernyataan tersebut disampaikan Agus Sutanto usai mendampingi kunjungan Gubernur Jawa Timur ke lokasi terdampak banjir di Kabupaten Situbondo, Jumat (23/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan penanganan darurat akan segera dilakukan.

Sejumlah langkah awal telah disiapkan, di antaranya pengerukan sedimentasi sungai, penguatan bronjong di titik-titik rawan luapan air, serta koordinasi lintas instansi guna menekan risiko banjir susulan sekaligus mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak.
Agus Sutanto menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Timur terkait penanganan bencana di Situbondo. Hal tersebut disampaikannya kepada abahtindik.com di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Injoko, Kamis (29/1/2026) pukul 13.56 WIB.
Sebagai penanggung jawab pemeliharaan jalan dan jembatan, ia menyebutkan penanganan dilakukan secara terkoordinasi bersama BPBD Jawa Timur dan pemerintah daerah setempat agar upaya darurat maupun penanganan lanjutan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur merespons cepat dampak banjir di Kabupaten Situbondo dengan melakukan kunjungan langsung ke sejumlah titik terdampak. Dalam kunjungan tersebut, gubernur menekankan pentingnya percepatan penanganan infrastruktur kritis agar akses masyarakat dapat segera dipulihkan.
Kunjungan tersebut turut didampingi Bupati Situbondo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang terkait dengan penanganan kebencanaan dan infrastruktur.
Reporter : Kurniawan
IT. : Respati
Editor. : Rijen Senario











