PACITAN | abahtindik.com — Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Kabupaten Pacitan, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 01.06–01.07 WIB.
Guncangan terasa kuat di hampir seluruh wilayah dan memicu kepanikan warga yang tengah beristirahat.
Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada sekitar 89 kilometer dari pusat kota Pacitan, di wilayah tenggara dengan kedalaman 58 kilometer. Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, menyatakan gempa tersebut tergolong dangkal sehingga getarannya terasa cukup kuat di permukaan.
Hingga laporan terakhir, tercatat 16 kali gempa susulan dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
“Gempa ini dangkal, wajar jika terasa kuat. Sampai saat ini tidak ada potensi tsunami,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
BPBD mencatat laporan awal adanya kerusakan pada satu hingga dua titik rumah warga. Proses pendataan masih berlangsung. Warga yang terdampak diminta segera melaporkan kondisi melalui perangkat wilayah setempat hingga ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD guna mempercepat asesmen dan penanganan.
Masyarakat pesisir juga diingatkan untuk segera menjauhi pantai dan menuju lokasi yang lebih tinggi apabila terjadi gempa kuat, sebagai langkah antisipasi meski belum ada peringatan resmi tsunami. Secara geologis, Pacitan berada di wilayah dengan tiga sesar aktif sehingga memiliki tingkat kerawanan gempa yang relatif tinggi.
Di sisi infrastruktur, UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Pacitan belum menerima laporan kerusakan pada ruas jalan provinsi di wilayah kerjanya.
Kepala UPT PJJ Pacitan, Ir. H. Budi Harisantoso, ST, MT, menyatakan tim telah disiagakan untuk memantau kondisi lapangan, terutama di tengah cuaca yang masih berubah-ubah.
“Kami masih menunggu laporan resmi dari BPBD dan dinas terkait. Petugas lapangan tetap siaga untuk memastikan akses jalan provinsi aman dilalui,” katanya.
Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada gangguan pada jaringan jalan dan jembatan yang menjadi akses utama mobilitas masyarakat.
Reporter: Sutrisno
Editor: Rijen Senario











