SIDOARJO – abahtindik.com | Pemilihan Duta Wisata Guk & Yuk Cilik Sidoarjo 2026 menjadi ajang pembinaan karakter bagi anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini tidak hanya menilai kemampuan tampil di atas panggung, tetapi juga menekankan proses seleksi, pembekalan, dan karantina sebagai bagian penting pembentukan sikap.
Peserta berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Sidoarjo. Masing-masing membawa konsep yang merepresentasikan potensi daerah. Selama rangkaian kegiatan, panitia memberikan materi tentang wawasan pariwisata dan budaya Sidoarjo, pelatihan attitude, serta latihan membangun kekompakan tim.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah nomor urut 6, M. Aufar Arrasyad, siswa SD Cemengkalang Sidoarjo. Ia mengangkat tema nelayan dalam penampilannya. Konsep tersebut menggambarkan identitas masyarakat pesisir yang menjadi bagian dari karakter Sidoarjo.
Sidoarjo dikenal memiliki kawasan pesisir dan aktivitas perikanan yang kuat. Melalui tema tersebut, Aufar memperkenalkan potensi lokal sekaligus menunjukkan bahwa nilai budaya dan kearifan daerah dapat dikenalkan sejak usia dini.

Keterangan foto :
Peserta Guk & Yuk Cilik Sidoarjo 2026 dari SD Cemengkalang menampilkan busana bernuansa budaya lokal, termasuk konsep tema nelayan yang merepresentasikan identitas pesisir Sidoarjo. Dok. abahtindik.com.
Seluruh peserta mengikuti tahapan seleksi hingga masa karantina. Pada tahap ini, anak-anak mendapat pembekalan tentang kepariwisataan, pembentukan sikap, dan disiplin. Karantina juga menjadi ruang bagi peserta untuk belajar berinteraksi dan bekerja sama dengan teman dari sekolah lain.
Ajang ini memberi pengalaman yang memperluas wawasan peserta. Mereka tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar memahami identitas daerahnya.
Dukungan orang tua terlihat sejak awal proses hingga karantina. Pendampingan tersebut menjadi motivasi bagi anak-anak dalam mengikuti setiap tahapan kegiatan.
Melalui Guk & Yuk Cilik Sidoarjo 2026, diharapkan lahir generasi muda yang percaya diri dan memahami potensi daerahnya sebagai bagian dari kebanggaan bersama.
Reporter: Ponco Drajat Santoso
Editor: Rijen Senario











