LAMONGAN – analisapublik.id | Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali melalui PPK 4.5 Provinsi Jawa Timur memperkuat struktur perkerasan ruas nasional Widang–Bedahan hingga batas Kota Lamongan. Penanganan difokuskan pada segmen dengan tingkat kelelahan perkerasan tinggi akibat dominasi kendaraan berat.
Ruas Widang–Bedahan menjadi simpul penting distribusi logistik. Jalur ini menghubungkan kawasan industri, sentra produksi, dan akses menuju jaringan jalan nasional lintas utara Jawa Timur. Lalu lintas harian didominasi truk angkutan barang dengan muatan besar. Tekanan sumbu berulang mempercepat retak lelah, alur roda, dan deformasi permukaan.
Berdasarkan evaluasi teknis lapangan dan data lalu lintas harian rata-rata, tim menetapkan pola preservasi terukur. Intervensi tidak dilakukan menyeluruh, tetapi tepat pada titik kritis agar efektif dan efisien anggaran.
Metode Cold Milling Machine diterapkan untuk mengupas lapisan aspal lama yang retak dan aus. Proses ini menjaga pondasi dan lapis dasar tetap stabil.
Setelah pengupasan, tim menggelar ulang campuran AC-BC modifikasi yang memiliki daya dukung lebih tinggi dan ketahanan terhadap deformasi akibat beban berat.
- Pelapisan ulang difokuskan pada: • STA 4+746
* STA 7+228 - Selain itu, patching terukur dilakukan pada kerusakan lokal di: • KM 58+030
* KM 66+312
Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Provinsi Jawa Timur, Ida Bagus Made Artamana, S.T., M.T., kepada wartawan analisapublik.id menyampaikan bahwa strategi ini merupakan bagian dari skema preservasi jalan nasional berbasis kondisi aktual. Ia menegaskan penanganan dini mencegah kerusakan struktural yang lebih dalam dan menghindari pembengkakan biaya rehabilitasi total.

Keterangan Foto :
Alat berat melakukan pengupasan dan pelapisan ulang perkerasan ruas nasional Widang–Bedahan menuju batas Kota Lamongan, Jawa Timur.
Penanganan oleh BBPJN Jawa Timur–Bali melalui PPK 4.5 difokuskan pada segmen dengan tingkat kelelahan perkerasan tinggi akibat dominasi kendaraan berat guna menjaga kelancaran distribusi logistik koridor utara.
Menurutnya, ruas Widang–Bedahan memiliki peran ekonomi signifikan karena menopang arus distribusi hasil industri dan komoditas lokal Lamongan. Jika kerusakan dibiarkan, dampaknya langsung terasa pada biaya logistik dan waktu tempuh.
PPK 4.5 Provinsi Jawa Timur yang menangani koridor Tuban–Babat–Lamongan–Gresik, Arvian Zanuardi, ST., MT., menjelaskan bahwa pendekatan cold milling memberi dua keuntungan utama. Pertama, menjaga stabilitas struktur eksisting tanpa pembongkaran total. Kedua, mempercepat durasi pekerjaan sehingga gangguan lalu lintas bisa ditekan.

Keterangan Foto:
Petugas melakukan pekerjaan patching pada KM 58+030 untuk menangani kerusakan permukaan jalan nasional. Proses diawali dengan pembongkaran aspal lama yang retak dan berlubang, dilanjutkan penghamparan campuran aspal baru serta pemadatan menggunakan tandem roller guna memastikan hasil perbaikan rata, padat, dan aman bagi pengguna jalan.
Sumber: BBPJN Jawa Timur–Bali | PPK 4.5 Provinsi Jawa Timur
Selama pekerjaan berlangsung, sistem buka tutup diterapkan secara terbatas dengan pengamanan rambu dan petugas lapangan. Arus kendaraan tetap berjalan. Distribusi barang tidak terhenti.
Pendekatan ini memperlihatkan pola kerja berbasis data dan risiko. Pemerintah tidak menunggu jalan rusak berat. Intervensi dilakukan saat gejala awal muncul. Langkah ini menjaga standar pelayanan minimal jalan nasional tetap terpenuhi.

Keterangan Foto :
Petugas melaksanakan pekerjaan CMM dan penghamparan AC-BC Mod pada STA 7+228 sebagai bagian dari program preservasi jalan nasional. Tahapan pekerjaan meliputi pemilanan perkerasan lama, penghamparan campuran aspal baru, serta pemadatan akhir guna memastikan kualitas struktur jalan dan meningkatkan daya layan bagi pengguna.
Sumber: BBPJN Jawa Timur–Bali | PPK 4.5 Provinsi Jawa Timur
Penguatan ruas Widang–Bedahan tidak hanya menyangkut kualitas perkerasan. Kebijakan ini menyentuh stabilitas ekonomi regional. Jalan nasional yang terawat menekan risiko kecelakaan, memperlancar distribusi logistik, dan menjaga konektivitas antarwilayah di koridor utara Jawa Timur.
Langkah preservasi terukur tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat melalui BBPJN Jawa Timur–Bali untuk memastikan infrastruktur strategis tetap andal dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.
Sumber: BBPJN Jawa Timur–Bali | PPK 4.5 Provinsi Jawa Timur
Dok: analisapublik.id
Reporter: Rijen Senario
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan











