SURABAYA – abahtindik.com | Balai Besar Wilayah Sungai Brantas mengawal ketat proyek Pengendalian Banjir Kali Kedurus di Surabaya Barat setelah kontrak supervisi dinyatakan efektif. Tahap ini menjadi pengendali teknis sebelum konstruksi berjalan penuh di lapangan.
Proyek ini masuk dalam skema pendanaan World Bank melalui program National Urban Flood Resilience Project. Targetnya menurunkan potensi genangan hingga 99 persen di kawasan rawan banjir Surabaya Barat yang selama ini terdampak hujan ekstrem dan luapan sungai.
Tim supervisi mengawasi seluruh tahapan pekerjaan. Mulai mobilisasi alat, pekerjaan fisik, hingga proses serah terima. Setiap item wajib sesuai spesifikasi teknis dan jadwal kontrak. Pengawasan difokuskan pada tiga risiko utama. Deviasi desain. Keterlambatan progres. Gangguan teknis di lapangan.

Keterangan Foto :
Rapat koordinasi Supervisi Pengendalian Banjir Kali Kedurus digelar di Kantor SNVT PJSA Brantas, Surabaya.
Pertemuan membahas efektivitas kontrak supervisi, pengawasan teknis pekerjaan, serta percepatan pelaksanaan proyek yang didukung pendanaan World Bank melalui program National Urban Flood Resilience Project.
Lingkup pekerjaan mencakup peningkatan kapasitas Kali Kedurus sepanjang sekitar 3,5 kilometer. Normalisasi alur sungai dilakukan untuk mempercepat aliran saat debit puncak. Penguatan tebing dikerjakan untuk menekan erosi yang mempersempit penampang sungai dan memperlambat laju air.
Revitalisasi Saluran Gendong Kiri menggunakan konsep long storage berbasis Nature Based Solution. Sistem ini menahan limpasan air sementara, lalu melepasnya bertahap ke hilir. Skema ini dirancang meredam lonjakan debit saat hujan deras berdurasi singkat.

Keterangan Foto :
Penandatanganan kontrak Paket Supervisi Pengendalian Banjir Kali Kedurus di Kota Surabaya yang didanai World Bank melalui program National Urban Flood Resilience Project.
Kontrak ini menjadi dasar pengawasan teknis proyek periode Tahun Anggaran 2025 hingga 2027 untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan jadwal.
Paket pekerjaan juga mencakup pembangunan Rumah Pompa Babatan Pratama serta Rumah Pompa Bangkingan sisi kiri dan kanan. Kapasitas pompa disesuaikan dengan debit banjir rencana. Optimalisasi Boezem Kedurus dilakukan untuk memperbesar daya tampung sebelum air masuk jaringan drainase utama kota.
Seluruh paket terintegrasi dengan penataan sempadan sungai. Pengendalian banjir berjalan bersamaan dengan penataan kawasan untuk menjaga fungsi sungai dan kualitas ruang publik.
BBWS Brantas menegaskan proyek harus tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran. Koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Kota Surabaya agar sistem pengendalian banjir berfungsi maksimal saat puncak musim hujan.
Dengan kontrak supervisi efektif, pekerjaan fisik segera dimulai. Proyek ini menjadi bagian strategi penguatan ketahanan banjir perkotaan di Surabaya Barat. Dampaknya langsung pada mobilitas warga, keamanan permukiman, dan stabilitas aktivitas ekonomi.
Reporter: Subardi, SE
Editor: Kiki Juanda, SE
Sumber: PU SDA Brantas











