LAMONGAN – abahtindik.com | Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan mempercepat langkah penanganan banjir yang menggenangi jalur provinsi di Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat menjelang perayaan Idulfitri 2026.
Penanganan tersebut ditinjau langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, bersama Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, di lokasi genangan yang selama beberapa waktu terakhir mengganggu akses transportasi warga di wilayah tersebut.
Genangan air terjadi di titik cekungan rendah yang berada di jalur provinsi Desa Sungelebak. Air keruh terlihat merendam sebagian badan jalan sehingga menghambat arus kendaraan yang melintas. Kondisi ini memaksa pengendara untuk memperlambat laju kendaraan demi menjaga keselamatan, sementara aktivitas masyarakat sekitar turut terdampak karena akses jalan tidak dapat digunakan secara optimal.
Sebagai langkah tanggap cepat, tim teknis di lapangan memasang tanggul darurat menggunakan kantong pasir sepanjang sekitar 160 meter di titik terendah yang menjadi pusat genangan. Tanggul sementara tersebut berfungsi untuk menahan limpasan air agar tidak semakin meluas ke badan jalan maupun kawasan permukiman warga.
Selain pemasangan tanggul, pompa apung juga dioperasikan guna mempercepat proses penyedotan air dari lokasi genangan. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat penurunan tinggi muka air sehingga akses transportasi masyarakat dapat segera kembali normal.
Dalam peninjauan lapangan, sejumlah alat berat turut dikerahkan untuk membersihkan sedimentasi dan membuka saluran air yang tersumbat. Pengerukan material lumpur serta normalisasi drainase dilakukan secara simultan untuk memperlancar aliran air dan menurunkan volume genangan yang menutup sebagian ruas jalan provinsi tersebut.
Langkah teknis tersebut difokuskan pada percepatan pemulihan jalur strategis yang memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas harian masyarakat serta distribusi logistik antarwilayah di Kabupaten Lamongan dan sekitarnya.
Penanganan banjir ini juga melibatkan koordinasi lintas instansi, antara lain Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan terintegrasi dan memberikan hasil yang optimal.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan menegaskan bahwa upaya penanganan dilakukan secara terpadu agar setiap intervensi teknis dapat dilaksanakan secara efektif, terukur, dan mampu mempercepat proses pemulihan kondisi di lokasi terdampak.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan bahwa selain penanganan fisik di lokasi genangan, pemerintah juga tengah mempertimbangkan langkah mitigasi tambahan guna mengantisipasi potensi curah hujan tinggi dalam waktu mendatang.
Salah satu opsi yang sedang dibahas adalah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama Gubernur Jawa Timur sebagai upaya mengurangi intensitas hujan yang berpotensi memperparah kondisi banjir di sejumlah wilayah.
“Mudah-mudahan di momen Idulfitri ini, kesulitan warga akibat banjir bisa berkurang,” ujar Emil saat meninjau lokasi penanganan banjir di Desa Sungelebak.
Berdasarkan perkembangan terbaru di lapangan, genangan air dilaporkan mulai berangsur surut di sejumlah titik setelah tanggul darurat dipasang dan pompa apung dioperasikan secara intensif. Meski demikian, proses pembersihan saluran air serta pengerukan sedimentasi masih terus dilakukan guna memastikan aliran air tetap lancar.
Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah terjadinya genangan ulang serta mempercepat pemulihan fungsi jalur provinsi yang menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat.
Dengan penanganan yang semakin terkoordinasi dan didukung langkah teknis yang terukur, pemerintah berharap persoalan banjir di Desa Sungelebak dapat segera tertangani secara maksimal sehingga masyarakat Lamongan dapat menjalani aktivitas dengan lebih aman dan nyaman, khususnya dalam menyambut perayaan Idulfitri 2026.
Sumber: Dokumentasi lapangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Lamongan
Reporter: Rijen Senario
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan
Dok: abahtindik.com











