HeadlinePemerintahan

Lonjakan Mobilitas Lebaran 2026 di Jatim Hampir 2 Juta Kendaraan Melintas Naik 18 Persen

2386
×

Lonjakan Mobilitas Lebaran 2026 di Jatim Hampir 2 Juta Kendaraan Melintas Naik 18 Persen

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – abahtindik.com | Arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jawa Timur selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru mencatat lonjakan signifikan. Total kendaraan yang keluar dan masuk wilayah Jawa Timur mencapai 1.938.668 unit dalam periode 13 hingga 24 Maret 2026. Angka tersebut meningkat 18 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Data ini menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat selama momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mengalami peningkatan yang cukup tajam, baik pada jalur utama maupun jalur alternatif. Lonjakan tersebut tidak hanya terjadi di satu jenis jalur, melainkan merata pada jaringan transportasi darat di wilayah Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa peningkatan volume kendaraan ini menjadi indikator kuat tingginya aktivitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Menurutnya, pola pergerakan kendaraan pada tahun ini menunjukkan intensitas yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
“Secara umum terjadi peningkatan arus lalu lintas baik di jalur arteri maupun tol. Total kendaraan yang keluar masuk Jawa Timur naik sekitar 18 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Jika dibandingkan dengan data tahun 2025 pada periode yang sama, jumlah kendaraan yang melintas tercatat sebanyak 1.637.992 unit. Pada tahun 2026, angka tersebut meningkat menjadi hampir 2 juta kendaraan, menunjukkan adanya selisih signifikan yang mencerminkan lonjakan mobilitas masyarakat lintas daerah.

Pada jalur tol, volume kendaraan tercatat mencapai 1.483.303 unit atau meningkat sekitar 10 persen. Kenaikan ini menunjukkan bahwa jalur tol masih menjadi pilihan utama masyarakat karena faktor kecepatan dan efisiensi perjalanan, terutama untuk perjalanan jarak jauh antar kota dan provinsi.
Namun demikian, peningkatan paling mencolok justru terjadi di jalur arteri. Salah satu wilayah yang mengalami lonjakan signifikan adalah Kabupaten Magetan, dengan peningkatan arus kendaraan yang tercatat mencapai lebih dari 400 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran distribusi kendaraan, di mana sebagian masyarakat memanfaatkan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan di ruas tol.

Selain kendaraan pribadi dan angkutan darat, peningkatan mobilitas juga tercermin dari jumlah penumpang transportasi umum. Total penumpang selama periode tersebut tercatat sebanyak 2.544.309 orang, atau naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.097.163 orang.
Kenaikan jumlah penumpang ini terjadi secara merata di berbagai moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Hal ini mengindikasikan bahwa pergerakan masyarakat selama Lebaran tidak hanya bergantung pada kendaraan pribadi, tetapi juga memanfaatkan layanan transportasi publik secara optimal.

Di sektor transportasi udara, Bandara Internasional Juanda Surabaya mencatat peningkatan jumlah penumpang sebesar 13 persen menjadi 522.135 orang. Peningkatan ini menunjukkan bahwa moda transportasi udara tetap menjadi pilihan penting, khususnya bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh dengan waktu tempuh yang lebih singkat.
Sementara itu, Terminal Purabaya sebagai salah satu simpul utama transportasi darat juga mengalami peningkatan signifikan. Jumlah penumpang di terminal ini tercatat mencapai 472.519 orang atau naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan tingginya pergerakan masyarakat menggunakan angkutan bus antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP).

Pada sektor perkeretaapian, lonjakan penumpang juga terlihat cukup signifikan. Stasiun Surabaya Gubeng mencatat peningkatan sebesar 41 persen dengan total 326.493 penumpang. Sementara Stasiun Pasar Turi mengalami kenaikan 18 persen dengan jumlah penumpang mencapai 210.016 orang. Data ini menunjukkan bahwa kereta api menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat karena faktor kenyamanan dan ketepatan waktu.
Di sektor transportasi laut, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencatat kenaikan jumlah penumpang sebesar 21 persen menjadi 904.814 orang. Peningkatan ini berkaitan dengan tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan melalui jalur penyeberangan menuju Pulau Bali maupun sebaliknya.

Namun demikian, tidak semua simpul transportasi mengalami peningkatan. Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya justru mencatat penurunan jumlah penumpang sekitar 21 persen. Penurunan ini menunjukkan adanya variasi pola pergerakan masyarakat yang cenderung memilih moda atau jalur tertentu selama periode Lebaran tahun ini.
Meskipun terjadi peningkatan yang cukup signifikan di berbagai sektor transportasi, kondisi arus mudik dan balik di Jawa Timur secara umum tetap terpantau aman dan lancar. Pengamanan terpadu yang dilakukan melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 dinilai mampu mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat.

Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), tetap dalam kondisi kondusif selama periode tersebut.
“Alhamdulillah, meskipun terjadi peningkatan yang cukup signifikan, situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap terjaga kondusif. Ini berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026,” pungkasnya.

Dok: abahtikdik.com
Reporter: Ibnu Aji Sesario
Editor: Respati

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.