HeadlinePemerintahan

Hiswana Migas Jatim Tegaskan Dukungan Penuh Kebijakan Pemerintah, Distribusi LPG Tetap Terkendali

1239
×

Hiswana Migas Jatim Tegaskan Dukungan Penuh Kebijakan Pemerintah, Distribusi LPG Tetap Terkendali

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, abahtindik.com – Menanggapi isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) di tengah dinamika global, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) V Hiswana Migas Jawa Timur memastikan distribusi LPG bersubsidi di wilayahnya tetap berjalan stabil dengan pengawasan ketat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris DPD V Hiswana Migas Jawa Timur, Tri Prakoso, di Surabaya, dalam merespons kekhawatiran masyarakat terkait potensi gangguan pasokan energi dalam beberapa hari terakhir.
Ia menjelaskan, penyesuaian distribusi memang terjadi di tingkat agen ke pangkalan, namun hal itu merupakan bagian dari strategi pemerataan agar seluruh wilayah tetap mendapatkan pasokan.
“Distribusi tidak selalu 100 persen seperti biasanya. Saat ini disesuaikan sekitar 75 persen agar tidak terjadi kekosongan di wilayah tertentu,” ujar Tri.

Tri menegaskan, kebijakan tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya kelangkaan di titik-titik tertentu yang memiliki tingkat konsumsi tinggi. Hiswana Migas secara aktif memantau pola distribusi dan konsumsi LPG di lapangan.

Indikasi lonjakan konsumsi, menurutnya, dapat dilihat dari stok pangkalan yang habis sebelum tengah hari.
“Jika stok habis sebelum pukul 12.00, kami evaluasi apakah itu karena kebutuhan riil atau ada potensi penyimpangan distribusi,” jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi, sistem pelaporan stok harian diterapkan secara terintegrasi. Seluruh pangkalan diwajibkan melaporkan kondisi persediaan setiap hari pada pukul 11.00.
“Dengan sistem ini, potensi kekosongan dapat dideteksi lebih awal dan segera ditangani,” tambahnya.
Dalam aspek tata kelola, Hiswana Migas menekankan pentingnya kepatuhan seluruh pelaku usaha sektor hilir migas terhadap regulasi pemerintah, baik yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) maupun Pertamina.
Tri menyebut, pengawasan dilakukan secara berlapis melalui audit dari berbagai lembaga, sehingga setiap pelanggaran memiliki konsekuensi serius.

“Kami diaudit secara berkala. Kepatuhan terhadap aturan adalah kunci menjaga stabilitas distribusi dan mencegah penyimpangan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung penuh kebijakan pemerintah di sektor energi.

Sementara itu, kondisi di tingkat pengecer menunjukkan situasi yang relatif aman. Sejumlah pedagang LPG di Surabaya memastikan stok masih tersedia dan harga tidak mengalami kenaikan.

Cak Mat (45), pedagang di kawasan Bulak Banteng, menyatakan pasokan yang diterimanya berjalan normal.
“Stok selalu ada, tidak pernah kosong. Harga juga masih stabil,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Mbak Kar, pedagang di wilayah Setro, yang memastikan distribusi LPG tetap lancar.
“Tidak ada kelangkaan, masyarakat masih bisa membeli seperti biasa,” katanya.

Dalam konteks global, Tri mengakui adanya dinamika geopolitik dan ekonomi yang berpotensi memengaruhi sektor energi, termasuk kemungkinan penyesuaian harga. Namun, ia menilai pemerintah memiliki mekanisme untuk menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat.

Ia juga menyoroti besarnya beban subsidi yang selama ini ditanggung pemerintah untuk menjaga harga energi tetap terjangkau.
“Selisih antara harga subsidi dan harga pasar sangat besar. Itu menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi masyarakat,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Hiswana Migas Jawa Timur mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bijak menyikapi situasi. Pemerintah akan mengambil langkah terbaik di tengah kondisi global yang dinamis,” pungkas Tri.

Reporter: Kiki Juanda, SE
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.