HeadlinePeristiwa

Rute Bundaran Waru–DPRD Jatim Dipadati Massa Ojol, Pengguna Jalan Diminta Antisipasi Kemacetan

3257
×

Rute Bundaran Waru–DPRD Jatim Dipadati Massa Ojol, Pengguna Jalan Diminta Antisipasi Kemacetan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, abahtindik.com| Aktivitas lalu lintas di Kota Surabaya berpotensi mengalami peningkatan kepadatan pada Selasa (28/4/2026), seiring rencana aksi damai ribuan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Aliansi DOBRAK (Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal).

Aksi ini diperkirakan melibatkan sekitar 2.000 peserta yang merupakan perwakilan driver dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka akan mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di kawasan Bundaran Waru, tepatnya di sekitar pusat perbelanjaan City of Tomorrow (CITO) di Jalan Ahmad Yani.

Dari titik kumpul tersebut, massa akan bergerak menuju Kantor DPRD Jawa Timur di Jalan Indrapura Surabaya. Pergerakan konvoi dalam jumlah besar ini berpotensi mempengaruhi arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama yang menjadi jalur lintasan aksi.

Humas DOBRAK, David Walalangi, menegaskan bahwa aksi ini akan berlangsung secara damai dan tertib. Namun, ia tidak menampik bahwa mobilisasi massa dalam jumlah besar tetap memiliki dampak terhadap kondisi lalu lintas di lapangan.
“Pada Selasa, 28 April 2026, kami akan melakukan aksi damai mulai pukul 08.00 WIB di CITO Jalan Ahmad Yani,” ujar David.

Sejumlah titik yang berpotensi terdampak antara lain kawasan Bundaran Waru, Jalan Ahmad Yani, hingga koridor menuju pusat kota Surabaya, termasuk akses menuju Jalan Indrapura. Pengguna jalan, khususnya yang melintasi jalur tersebut, diimbau untuk mengatur waktu perjalanan atau mencari alternatif rute guna menghindari kemacetan.

Pihak kepolisian bersama instansi terkait diperkirakan akan melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk pengalihan arus di beberapa titik strategis, guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama aksi berlangsung.

Selain itu, pengaturan lalu lintas juga bertujuan untuk memastikan keamanan seluruh pihak, baik peserta aksi maupun pengguna jalan lainnya. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu meminimalkan potensi gangguan serta menjaga situasi tetap kondusif.

Aksi ini menjadi salah satu agenda yang berdampak langsung pada mobilitas perkotaan, sehingga koordinasi antara aparat, peserta aksi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran aktivitas di Kota Surabaya.

Dok: analisapublik.id
Reporter: Rijen Senario
Editor: Respati

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.