HeadlinePemerintahan

898 Pelajar SMK Tulungagung Siap Diberangkatkan Magang dan Kerja ke Luar Negeri, Jepang Jadi Tujuan Utama

2375
×

898 Pelajar SMK Tulungagung Siap Diberangkatkan Magang dan Kerja ke Luar Negeri, Jepang Jadi Tujuan Utama

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, abahtindik.com – Sebanyak 898 pelajar dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), baik negeri maupun swasta di Kabupaten Tulungagung, dipastikan siap mengikuti program magang internasional dan penempatan kerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke sejumlah negara pada tahun 2026. Jumlah tersebut menjadi bagian dari kuota besar Provinsi Jawa Timur yang mencapai 4.920 peserta dari berbagai daerah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, saat berada di Tulungagung pada Kamis (14/5/2026), menjelaskan bahwa dari total peserta se-Jawa Timur, sebanyak 3.186 orang mengikuti skema magang kerja luar negeri, sementara 1.734 peserta lainnya merupakan lulusan SMK yang kembali ditempatkan secara resmi sebagai PMI.

“Khusus dari Kabupaten Tulungagung, terdapat 898 pelajar SMK, baik dari sekolah negeri maupun swasta, yang berangkat mengikuti program magang kerja ke luar negeri, dan sebagian di antaranya kembali bekerja secara resmi sebagai PMI,” ungkap Aries.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan para peserta nantinya akan ditempatkan di delapan negara tujuan utama, yakni Japan, Saudi Arabia, United Arab Emirates, Turkey, Malaysia, Singapore, South Korea, serta Dubai. Dari seluruh negara tujuan tersebut, penempatan tenaga kerja terbesar diproyeksikan menuju Jepang.

Bidang pekerjaan yang disiapkan juga cukup beragam, mulai dari industri manufaktur, perhotelan, farmasi, teknologi informasi, hingga sektor pekerjaan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Masa kerja yang disepakati dalam kontrak berkisar antara tiga hingga lima tahun, menyesuaikan kebutuhan masing-masing perusahaan pengguna.

“Nantinya, setelah masa kerja selesai, jika mereka mampu beradaptasi dengan baik dan masih dibutuhkan perusahaan, mereka berkesempatan untuk kembali bekerja secara resmi sebagai PMI,” jelas Khofifah.

Rencana pemberangkatan yang semula dijadwalkan pada 19 Mei 2026 mengalami perubahan menjadi 20 Mei 2026. Penyesuaian jadwal tersebut dilakukan mengikuti arahan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah agar proses pelepasan peserta dapat dilaksanakan serentak secara nasional.

Sebelum diberangkatkan ke negara tujuan, seluruh peserta diwajibkan mengikuti pembekalan intensif di Training Center Ketintang, Surabaya. Materi yang diberikan meliputi pelatihan bahasa asing, peningkatan keterampilan teknis, pembinaan karakter, serta penguatan kedisiplinan kerja.

“Setiap perusahaan pengguna tenaga kerja memiliki standar kompetensi dan budaya kerja tersendiri. Oleh karena itu, peserta perlu dibekali kemampuan dan kedisiplinan yang matang sebelum berangkat agar dapat bersaing dan beradaptasi dengan baik,” tegas Khofifah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Khofifah atas perhatian dan kebijakan yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat Tulungagung.

“Program ini menjadi jalan keluar sekaligus dukungan nyata bagi masyarakat kami. Selain menjadi wadah penyaluran bakat dan keahlian lulusan SMK, langkah ini juga membantu meningkatkan taraf hidup dan meringankan beban ekonomi masyarakat,” pungkas Ahmad Baharudin.

Reporter: Endi S
Editor: Respati
Sumber: abahtindik.com

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.