EkbisHeadline

Pelajar SMKN 5 Palembang Tekuni Cybersecurity, Raih Berbagai Sertifikasi dan Aktif Laporkan Dugaan Kerentanan Sistem Digital

2348
×

Pelajar SMKN 5 Palembang Tekuni Cybersecurity, Raih Berbagai Sertifikasi dan Aktif Laporkan Dugaan Kerentanan Sistem Digital

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, abahtindik.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang keamanan siber (cybersecurity) terus meningkat. Kondisi tersebut mendorong semakin banyak generasi muda untuk mendalami bidang tersebut, salah satunya Ramos Rizky, pelajar SMKN 5 Palembang, Sumatera Selatan.

Meski masih duduk di bangku sekolah menengah kejuruan, Rizky aktif mempelajari keamanan sistem berbasis web secara mandiri sekaligus meningkatkan kompetensinya melalui berbagai pelatihan dan sertifikasi di bidang teknologi informasi dan keamanan siber.

Kepada abahtindik.com, Rizky mengonfirmasi bahwa dokumen berupa sertifikat pelatihan, korespondensi pelaporan, serta tangkapan layar yang diterima redaksi merupakan miliknya. Ia juga membenarkan telah menyampaikan laporan dugaan kerentanan kepada sejumlah pengelola sistem melalui jalur komunikasi yang tersedia.

Berdasarkan dokumen yang diterima redaksi, Rizky mengaku telah melaporkan dugaan kerentanan pada sejumlah sistem digital milik instansi pemerintah maupun perguruan tinggi melalui mekanisme responsible disclosure. Pendekatan tersebut merupakan praktik pelaporan kerentanan kepada pengelola sistem secara bertanggung jawab agar potensi risiko keamanan dapat segera ditindaklanjuti tanpa disalahgunakan.

Salah satu dokumen yang diterima redaksi memperlihatkan adanya balasan dari pihak yang disebut sebagai admin website Kementerian Agama Kabupaten Paser. Dalam percakapan tersebut, pihak admin menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan serta menjelaskan bahwa sistem yang dikelola masih dalam tahap pengembangan sehingga akan dilakukan perbaikan terhadap kerentanan yang dilaporkan.

Selain aktif mempelajari keamanan siber, Rizky juga terus mengembangkan kompetensinya melalui berbagai program pelatihan. Berdasarkan dokumen yang diterima redaksi, ia telah mengikuti pelatihan dari Cisco Networking Academy, Google Cloud, Digital Talent Scholarship (DTS) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Dicoding, Simplilearn, Bisa AI, serta sejumlah platform pembelajaran teknologi lainnya.

Dalam keterangan yang disampaikan kepada redaksi, Rizky menjelaskan bahwa aktivitas yang dilakukannya bukan untuk mengeksploitasi kelemahan suatu sistem, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya keamanan informasi. Menurutnya, pelaporan kerentanan secara bertanggung jawab dapat menjadi salah satu cara membantu pengelola sistem meningkatkan keamanan layanan digital.

Ia juga menilai budaya pelaporan kerentanan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Tidak semua laporan yang disampaikan kepada pengelola sistem memperoleh respons maupun tindak lanjut, meskipun telah dikirim melalui jalur komunikasi yang tersedia.

Rizky berharap semakin banyak pelajar Indonesia yang tertarik mendalami bidang cybersecurity secara positif. Menurutnya, kolaborasi antara peneliti keamanan siber, pengelola sistem, serta institusi pendidikan menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat keamanan informasi dan ketahanan digital nasional.

Di tengah percepatan transformasi digital di berbagai sektor, keterlibatan generasi muda dalam membangun kompetensi di bidang keamanan siber menjadi salah satu modal penting dalam mendukung terciptanya ekosistem digital yang lebih aman dan bertanggung jawab.

Reporter: Respati
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan
Sumber: abahtindik.com

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.