Uncategorized

Harga Motherboard Asal Taiwan Dikabarkan Naik, Biaya Rakit PC Makin Mahal

1651
×

Harga Motherboard Asal Taiwan Dikabarkan Naik, Biaya Rakit PC Makin Mahal

Sebarkan artikel ini

TAIPEI, Abahtindik.com | Biaya merakit komputer diperkirakan kembali meningkat. Sejumlah produsen motherboard asal Taiwan, termasuk ASUS, Gigabyte, dan MSI, dikabarkan bersiap menaikkan harga produknya pada kuartal III 2026 karena biaya bahan baku dan komponen terus melonjak.

Laporan dari rantai pasok industri Taiwan menyebut harga printed circuit board (PCB) yang digunakan pada motherboard konsumen diperkirakan naik sedikitnya 50 persen sepanjang 2026. Kenaikan juga terjadi pada tembaga, kapasitor surface-mount, komponen daya, serta chip pengendali yang menjadi bagian penting dalam proses produksi.

Lonjakan biaya tersebut membuat produsen kesulitan mempertahankan margin keuntungan. Penyesuaian harga jual mulai dipertimbangkan agar kenaikan ongkos produksi tidak sepenuhnya menekan kinerja perusahaan dan distributor.

Namun, rencana itu muncul ketika pasar komputer rakitan atau do-it-yourself (DIY) sedang melemah. Permintaan motherboard menurun seiring konsumen menahan pembelian setelah harga sejumlah komponen utama, seperti RAM, SSD, prosesor, dan kartu grafis, lebih dahulu meningkat.

Produsen kini menghadapi tekanan dari beberapa arah. Volume pengiriman turun, harga jual relatif tertahan, sementara biaya produksi terus naik. Mereka juga tidak leluasa menaikkan harga terlalu tinggi karena langkah tersebut dapat semakin menekan daya beli dan memperburuk penjualan.

Kondisi pasar makin berat akibat mahalnya memori DDR5. Sebagian pengguna memilih bertahan dengan komputer berbasis DDR4 daripada beralih ke platform baru yang membutuhkan biaya lebih besar.

Motherboard sendiri bukan komponen yang rutin diganti. Pengguna biasanya membeli motherboard baru saat perangkat lama rusak atau ketika ingin menggunakan prosesor dengan jenis soket berbeda. Pergantian tersebut kerap diikuti kebutuhan membeli prosesor, RAM, dan komponen lain yang kompatibel.

Karena itu, kenaikan harga motherboard berpotensi langsung memengaruhi biaya perakitan komputer secara keseluruhan. Konsumen dengan anggaran terbatas kemungkinan memilih menunda peningkatan perangkat, mempertahankan sistem lama, atau mencari produk generasi sebelumnya.

Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai besaran kenaikan harga dari merek-merek yang disebut dalam laporan tersebut. Harga di tingkat konsumen juga diperkirakan berbeda di setiap negara, bergantung pada model, jalur distribusi, kurs, dan kondisi pasar setempat.

Apabila penyesuaian harga benar-benar berlaku pada kuartal III 2026, industri komputer rakitan berpotensi menghadapi perlambatan lebih panjang. Konsumen harus kembali menghitung anggaran, sementara produsen berusaha menyeimbangkan biaya produksi dengan kemampuan pasar.

Reporter : Muchamad Rizqy
Editor : Respati
Sumber : gamebrott.com

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.