Teknologi & Gadget

AI Factory Terbesar di ASEAN Dibangun di Batang, Kapasitas Diproyeksikan 1 GW

1581
×

AI Factory Terbesar di ASEAN Dibangun di Batang, Kapasitas Diproyeksikan 1 GW

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Abahtindik.com | Indonesia akan memiliki infrastruktur kecerdasan artifisial berskala besar melalui proyek Zankore by Indosat. Fasilitas yang akan dibangun di Batang, Jawa Tengah, itu ditargetkan memiliki kapasitas komputasi hingga 1 gigawatt (GW) atau 1.000 megawatt (MW) dalam tiga tahun.

Pembangunan tahap awal dijadwalkan berlangsung pada paruh pertama 2027 dengan kapasitas sekitar 200 MW. Setelah itu, kapasitas akan ditambah secara bertahap hingga mencapai target 1 GW.

Proyek tersebut digarap melalui kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Pemerintah menilai investasi ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah pesatnya perkembangan industri kecerdasan artifisial di kawasan.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan masuknya sejumlah perusahaan teknologi global menunjukkan kepercayaan terhadap prospek ekonomi digital Indonesia terus meningkat.

“Pemerintah menyambut baik komitmen empat perusahaan teknologi global untuk membangun AI Factory di Indonesia. Investasi ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi,” kata Meutya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

AI Factory berbeda dengan pusat data konvensional. Infrastruktur ini dirancang khusus untuk menangani kebutuhan komputasi kecerdasan artifisial dalam skala besar, mulai dari pusat data, GPU berperforma tinggi, jaringan, penyimpanan data, hingga pengelolaan beban kerja.

Zankore juga akan menyediakan layanan GPU-as-a-Service, orkestrasi sistem, workload management, serta operasional AI secara menyeluruh. Skema tersebut memungkinkan perusahaan, pengembang, maupun lembaga memanfaatkan komputasi AI tanpa harus membangun infrastruktur sendiri dengan biaya besar.

Pembangunan fasilitas dengan kapasitas hingga 1 GW juga menunjukkan besarnya skala investasi yang dibutuhkan. Berdasarkan sejumlah praktik global yang disampaikan pemerintah, pembangunan infrastruktur komputasi AI secara end-to-end diperkirakan membutuhkan sekitar USD50 juta untuk setiap 1 MW kapasitas. Meski demikian, nilai investasi final proyek Zankore di Indonesia belum diumumkan secara rinci.

Meutya menyebut rencana pembangunan AI Factory telah dibahas sejak dua tahun lalu dan disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum akhirnya memasuki tahap final.

“Rencana ini telah digagas sejak awal dan disampaikan dua tahun lalu kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kini seluruh proses telah mencapai tahap final sehingga dapat diumumkan kepada publik,” ujarnya.

Selain menyediakan kapasitas komputasi, Zankore akan menjadi tempat pengembangan dan hosting Sahabat-AI, model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) open-source Indonesia dengan 70 miliar parameter.

Model tersebut mendukung Bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa daerah, antara lain Jawa, Sunda, Bali, dan Batak. Kehadirannya diharapkan memperluas pengembangan aplikasi AI yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Zankore juga menyiapkan layanan Token-as-a-Service agar akses terhadap komputasi AI bisa digunakan lebih luas. Layanan tersebut ditujukan bagi pengembang aplikasi, pelaku UMKM, kementerian dan lembaga, hingga masyarakat yang membutuhkan teknologi AI tanpa harus memiliki perangkat komputasi sendiri.

“Yang dibangun bukan sekadar pusat data atau infrastruktur komputasi. Ini adalah fondasi ekosistem AI nasional yang utuh, mulai dari kapasitas komputasi, layanan AI, hingga pengembangan model bahasa Indonesia yang dapat dimanfaatkan berbagai sektor,” tutur Meutya.

Menurutnya, kemampuan menyediakan layanan untuk kebutuhan dalam negeri sekaligus kawasan dapat membuka peluang Indonesia menjadi salah satu AI Hub di Asia Tenggara.

Penguatan ekosistem tersebut juga akan didukung pembangunan fasilitas manufaktur GPU pertama di Indonesia yang tengah berjalan di Cikarang. Fasilitas itu ditargetkan diresmikan pada Desember 2026.

Pemerintah berharap pembangunan AI Factory di Batang dan fasilitas pendukung GPU di Cikarang tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari rantai produksi dan pengembangan industri kecerdasan artifisial.

Meutya menegaskan pemerintah akan terus menjaga iklim investasi di sektor teknologi, sekaligus memastikan pengembangan AI tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.