Infrastruktur

Dirjen Bina Marga Tinjau Jembatan Wae Dampek

1541
×

Dirjen Bina Marga Tinjau Jembatan Wae Dampek

Sebarkan artikel ini
Dirjen Bina Marga meninjau pemulihan akses Jembatan Wae Dampek pascagempa Flores NTT.

NTT, ABAHTINDIK.COM — Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar melakukan kunjungan lapangan ke Jembatan Wae Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (24/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan infrastruktur yang terdampak gempa Flores berkekuatan magnitudo 7,7 berjalan sesuai rencana.

Dalam kunjungan itu, Roy menerima pemaparan mengenai kondisi terkini jembatan serta progres pekerjaan pada bagian oprit dan jalan pendekat yang sempat mengalami kerusakan akibat gempa. Ia juga meninjau langsung sejumlah titik penanganan untuk memastikan aspek teknis dan keselamatan tetap menjadi perhatian utama.

Jembatan Wae Dampek merupakan jembatan rangka baja sepanjang 60 meter yang berada pada Ruas Wae Gongger–Pota. Infrastruktur ini memiliki fungsi strategis sebagai penghubung mobilitas masyarakat dan jalur distribusi logistik antardaerah di wilayah Manggarai Timur.

Kerusakan pada bagian pendekat jembatan sempat mengganggu akses masyarakat. Penanganan kemudian dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pembongkaran bagian yang rusak, penyiapan badan jalan, pekerjaan penimbunan, hingga pemadatan untuk mengembalikan fungsi akses secara bertahap.

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur terus melakukan percepatan pekerjaan dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan keselamatan pengguna jalan. Koordinasi lapangan juga dilakukan agar pemulihan konektivitas dapat berjalan efektif.

Hingga saat ini, akses Jembatan Wae Dampek telah kembali fungsional sejak 22 Agustus 2026. Meski demikian, sejumlah pekerjaan pendukung tetap dilanjutkan untuk memastikan kondisi jalan pendekat dan area sekitar jembatan semakin aman serta nyaman dilalui.

Pemulihan akses tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga pergerakan masyarakat pascagempa. Selain mendukung aktivitas harian warga, konektivitas jembatan juga dibutuhkan untuk kelancaran distribusi bahan pokok, logistik, layanan kesehatan, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Dalam peninjauan tersebut, jajaran teknis turut memberikan laporan mengenai metode penanganan darurat dan tahapan lanjutan yang diperlukan setelah akses kembali dibuka. Pemeriksaan kondisi struktur, kestabilan timbunan, serta kesiapan jalan pendekat menjadi bagian dari evaluasi untuk mencegah gangguan kembali terjadi. Pemerintah juga meminta pelaksana tetap memperhatikan kondisi cuaca, potensi pergerakan tanah, dan keselamatan pekerja selama proses penyempurnaan berlangsung di kawasan terdampak gempa tersebut hingga seluruh pekerjaan dinyatakan selesai sepenuhnya.

Pemerintah berharap percepatan penanganan Jembatan Wae Dampek dapat mendukung pemulihan wilayah terdampak sekaligus memastikan konektivitas antarkawasan di Manggarai Timur tetap terjaga dengan baik.

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.