HeadlinePemerintahan

Dekananto Eko Purwono Ditunjuk Jadi Kapolda Jatim

7
×

Dekananto Eko Purwono Ditunjuk Jadi Kapolda Jatim

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, ANALISA PUBLIK — Irjen Pol Dekananto Eko Purwono ditunjuk menjadi Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim), menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto yang mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Pergantian pucuk pimpinan Polda Jatim tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Telegram itu merujuk Keputusan Kapolri Nomor KEP/1532/X/2026 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri.

Penunjukan tersebut membawa Dekananto kembali ke Jawa Timur, wilayah yang pernah menjadi bagian penting perjalanan kariernya sebelum mendapat sejumlah penugasan strategis di Jakarta dan Mabes Polri.

Dekananto merupakan perwira tinggi Polri kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur, 8 Agustus 1972. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 itu dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang Intelijen dan Keamanan (Intelkam).

Sebelum berkarier di Polda Metro Jaya dan Mabes Polri, Dekananto pernah dipercaya menjabat Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Jatim.

Saat bertugas di Jawa Timur, salah satu kebijakan yang banyak mendapat perhatian adalah penertiban tugu perguruan pencak silat yang dinilai berpotensi menjadi titik gesekan antarkelompok.

Data yang dipublikasikan Polda Jatim menyebut sebanyak 686 tugu perguruan silat dibongkar atau dialihfungsikan menjadi Tugu Pancasila. Langkah tersebut juga berkaitan dengan kebijakan penertiban tugu perguruan silat yang sebelumnya didukung surat edaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Timur pada 26 Juni 2023.

Penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya meredam potensi konflik antarkelompok perguruan pencak silat di sejumlah wilayah Jawa Timur.

Selain persoalan perguruan silat, Dekananto juga memiliki pengalaman membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok suporter sepak bola, dalam konteks pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Karier Berlanjut ke Jakarta dan Mabes Polri

Setelah sekitar dua tahun bertugas sebagai Dirintelkam Polda Jatim, perjalanan karier Dekananto berlanjut ke Jakarta.

Pada 2024, ia dipercaya menjabat Dirintelkam Polda Metro Jaya. Penugasan tersebut menempatkannya pada wilayah dengan dinamika keamanan, sosial, politik, dan kegiatan masyarakat yang kompleks.

Kariernya kemudian berlanjut ke Mabes Polri dengan jabatan Direktur Politik Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri.

Pada 5 Agustus 2025, Dekananto kembali mendapat promosi dengan ditunjuk sebagai Wakapolda Metro Jaya menggantikan Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy yang mendapat penugasan sebagai Kapolda Kalimantan Utara.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP/2025.

Saat menjabat Wakapolda Metro Jaya, Dekananto terlibat dalam kegiatan “Jaga Jakarta On The Spot”, program yang membawa jajaran kepolisian turun langsung menemui masyarakat untuk mendengar persoalan serta melihat kondisi keamanan dan ketertiban di lapangan.

Dalam salah satu kegiatan di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada 27 Juni 2026, Dekananto bersama jajaran TNI berdialog langsung dengan warga sekaligus mengajak masyarakat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.

Naik Pangkat Menjadi Jenderal Bintang Dua

Perjalanan karier Dekananto kembali mengalami peningkatan pada September 2026.

Ia resmi menyandang pangkat Inspektur Jenderal Polisi atau jenderal bintang dua setelah sebelumnya berpangkat Brigadir Jenderal Polisi.

Kenaikan pangkat tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 82/POLRI/TAHUN 2026 tertanggal 1 September 2026. Upacara kenaikan pangkat dilaksanakan di Mabes Polri pada 2 September 2026.

Dekananto juga tercatat sebagai salah satu penerima tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto pada 2026.

Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian penghargaan kepada pejabat Polri dan sejumlah pihak yang berkontribusi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri, serta program ketahanan pangan.

Penganugerahan Satyalancana Wira Karya ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 13/TK/2026. Nama Dekananto, saat masih menjabat Wakapolda Metro Jaya, tercantum dalam daftar penerima penghargaan tersebut.

Kembali ke Jawa Timur sebagai Kapolda

Kini, penunjukan sebagai Kapolda Jatim membawa Dekananto kembali ke wilayah yang sebelumnya pernah menjadi tempatnya menjalankan tugas di bidang intelijen.

Kali ini, tanggung jawabnya meningkat karena ia dipersiapkan memimpin jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Dekananto menggantikan Irjen Pol Nanang Avianto yang dalam mutasi terbaru mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Pengalaman Dekananto di bidang intelijen menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Jatim. Ia tercatat pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai Dirintelkam Polda Jatim, Dirintelkam Polda Metro Jaya, Direktur Politik Baintelkam Polri hingga Wakapolda Metro Jaya.

Dalam Surat Telegram Kapolri tersebut, para perwira yang terkena mutasi diperintahkan melaksanakan tugas barunya paling lambat 14 hari sejak keputusan mutasi ditetapkan.

Dengan demikian, frasa “ditunjuk menjadi Kapolda Jatim” menjadi formulasi yang tepat pada tahap ini. Penetapan jabatan telah dilakukan melalui keputusan dan telegram Kapolri, sementara serah terima jabatan menjadi tahapan berikutnya dalam proses pergantian kepemimpinan di Polda Jawa Timur.

Reporter: Bhayu Indarto

Editor: Rijen Senario

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.