Kemnaker dan Universitas Harkat Negeri di Tegal menjajaki teaching factory serta akses Karirhub untuk meningkatkan keterampilan dan peluang kerja lulusan.
Tegal, Abahtindik.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjajaki pengembangan fasilitas pembelajaran berbasis industri atau teaching factory bersama Universitas Harkat Negeri di Tegal, Jawa Tengah, Selasa 20 Oktober 2026, untuk meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa sekaligus memperluas akses lulusan terhadap kebutuhan tenaga kerja perusahaan.
Penjajakan tersebut mencakup penguatan keterampilan praktik, pemanfaatan fasilitas pelatihan vokasi, serta penghubungan lulusan dengan perusahaan melalui platform Karirhub milik Kemnaker.
Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi menegaskan bahwa kesesuaian kemampuan lulusan dengan kebutuhan industri menjadi perhatian utama dalam rencana kerja sama tersebut.
Menurutnya, perguruan tinggi perlu membekali mahasiswa dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan perusahaan agar proses peralihan dari pendidikan menuju dunia kerja berjalan lebih efektif.
Salah satu langkah yang dibahas adalah pembangunan teaching factory sebagai fasilitas pembelajaran yang menerapkan sistem kerja menyerupai lingkungan industri.
Melalui konsep tersebut, mahasiswa dapat menjalani praktik berdasarkan prosedur operasional, standar kualitas, dan kebutuhan produksi yang berlaku di perusahaan.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, pembelajaran tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami tuntutan profesional sebelum memasuki pasar tenaga kerja.
Kemnaker juga menawarkan pemanfaatan Karirhub sebagai sarana mempertemukan mahasiswa tingkat akhir dan alumni dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Cris menjelaskan bahwa kompetensi lulusan yang dikembangkan melalui teaching factory nantinya dapat dipetakan untuk disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan melalui layanan Karirhub.
Dengan mekanisme tersebut, peningkatan keterampilan di lingkungan kampus diharapkan memiliki keterkaitan langsung dengan peluang penempatan kerja.
Rektor Universitas Harkat Negeri Sudirman Said menyambut penjajakan kerja sama tersebut sebagai peluang memperkuat pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri.
Menurut Sudirman, perguruan tinggi membutuhkan informasi mengenai kualifikasi tenaga kerja yang dicari perusahaan agar materi pembelajaran dapat disesuaikan dengan perkembangan pasar kerja.
Ia juga berharap Kemnaker membuka akses pemanfaatan balai latihan kerja di wilayah operasional kampus untuk mendukung peningkatan keterampilan mahasiswa.
Namun, rencana pengembangan teaching factory tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan belum disertai kepastian mengenai anggaran, lokasi pembangunan fasilitas, maupun jadwal pelaksanaan.
Jumlah mahasiswa yang akan mengikuti program serta perusahaan yang berpotensi menjadi mitra penempatan kerja juga belum dijelaskan.
Kejelasan pembagian tanggung jawab antara Kemnaker dan pihak universitas diperlukan agar rencana kerja sama dapat diterjemahkan menjadi program dengan sasaran yang terukur.
Selain pembangunan fasilitas, keberhasilan program nantinya perlu dinilai berdasarkan peningkatan kompetensi peserta, keterlibatan perusahaan, dan jumlah lulusan yang berhasil memperoleh pekerjaan.
Melalui penjajakan tersebut, Kemnaker dan Universitas Harkat Negeri berupaya memperkuat keterhubungan pendidikan tinggi dengan kebutuhan industri.
Realisasi teaching factory, akses pelatihan vokasi, serta pemanfaatan Karirhub selanjutnya menjadi langkah yang perlu dipastikan agar kerja sama memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan lulusan.
Reporter: Rijen Senario
Redaktur: Aris Setyoadji