MALANG, abahtindik.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU Bina Marga mulai merealisasikan proyek strategis Pelebaran Jalan Menuju Standar pada ruas Batas Kota Malang – Batas Kota Batu (Link 35.019). Paket pekerjaan ini masuk dalam lingkup penanganan UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Wilayah II Malang dan dirancang untuk meningkatkan kualitas serta kapasitas jalan penghubung utama antar dua kawasan strategis Malang Raya.
Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp10.590.435.600, dengan jangka waktu pelaksanaan selama 210 hari kalender, serta masa pemeliharaan 365 hari kalender. Adapun pelaksanaan teknis pekerjaan dipercayakan kepada PT. Mahendra Jaya sebagai penyedia jasa konstruksi, dengan pengawasan mutu lapangan dilakukan oleh PT. Bhakti Persada selaku konsultan supervisi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan ini adalah Nina Pudji Lestari, ST., dari bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Wilayah II. Di bawah pengawasan beliau, pelaksanaan proyek ditargetkan memenuhi prinsip tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.
Berdasarkan laporan resmi pada Minggu ke-11 pelaksanaan (periode 2–8 Juni 2025), progres fisik tercatat telah mencapai 1,77 persen, sedikit melampaui target rencana sebesar 1,734 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan telah berada pada jalur yang sesuai, dengan aktivitas awal mencakup pekerjaan persiapan dan pelaksanaan teknis lapangan tahap awal.
Ruas jalan yang dikerjakan memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, arus logistik, serta aktivitas pariwisata antara Kota Malang dan Kota Batu. Jalur ini juga menjadi tumpuan utama saat akhir pekan dan masa libur panjang, di mana terjadi peningkatan signifikan volume kendaraan.
Dengan adanya pelebaran jalan menuju standar ini, diharapkan fungsi jalan nasional sebagai tulang punggung konektivitas wilayah dapat lebih optimal, sekaligus mendukung agenda pemerataan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan di wilayah Provinsi Jawa Timur.
Pekerjaan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas layanan infrastruktur dasar, khususnya di sektor perhubungan darat, guna mendorong pertumbuhan ekonomi regional yang lebih merata. (Res)











