Abahtindik.com – Suasana hangat, penuh keakraban, dan kekeluargaan terasa dalam kegiatan Arisan Keluarga Kendari Mepokoaso yang digelar di tepian Sungai Brantas, Surabaya, Jawa Timur, belum lama ini. Acara ini diprakarsai oleh Zainal Abidin Balano, sesepuh Suku Tolaki yang menetap di Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan ajang pertemuan rutin anggota Arisan Keluarga Kendari Mepokoaso, yang kali ini diperluas dengan mengundang sejumlah kelompok arisan lain di Surabaya, serta pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jawa Timur dari Bidang Ekonomi Kreatif lintas suku.
Turut hadir Ketua FPK Jawa Timur, R. H. Mohammad Ali Zaini, beserta jajaran pengurus, anggota arisan keluarga, serta tokoh masyarakat Kendari yang berdomisili di Surabaya. Ketua Arisan Keluarga Kendari Mepokoaso, Ismar, juga memimpin langsung jalannya acara.
Acara berlangsung pada awal Agustus 2025, dengan suasana santai dan konsep lesehan di bawah rindangnya pepohonan pinggir Sungai Brantas.
Kegiatan dipusatkan di area kebun pinggir Sungai Brantas, Surabaya — lokasi yang dipilih untuk memberikan suasana natural dan menambah keakraban antar peserta.
Menurut Zainal, tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat silaturahmi dan menjaga persaudaraan antar perantau Suku Tolaki di Jawa Timur, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat Kendari bahwa Suku Tolaki aktif dalam FPK sebagai wadah komunikasi lintas suku.
“Selain menjaga silaturahmi, kami ingin menunjukkan bahwa Suku Tolaki turut aktif membangun keharmonisan antar suku di Jawa Timur,” ujar Zainal.
Acara diawali dengan sambutan dari para tokoh, dilanjutkan ramah tamah dan perkenalan kuliner khas Suku Tolaki, Sinonggi — hidangan berbahan dasar sagu yang diolah secara tradisional. Menu ini menjadi pusat perhatian, karena sebagian besar tamu baru pertama kali mencicipinya.
Ketua FPK Jawa Timur, R. H. Mohammad Ali Zaini, mengapresiasi kegiatan ini.
“Kegiatan seperti ini sangat positif, tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga sebagai pelestarian budaya. Harapan saya, kebersamaan ini dapat menjadi teladan bagi komunitas perantau lainnya,” ujarnya.
Sebagai penutup, Ketua Arisan Kendari Mepokoaso, Ismar, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang hadir dan mendukung acara.
“Kami bersyukur dapat berkumpul seperti ini. Semoga silaturahmi ini terus terjaga,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan foto bersama, menjadi simbol komitmen untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan mengenalkan kuliner khas daerah asal di tanah rantau. (Wah)











