BULELENG | abahtindik.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Minggu (1/2/2026) dini hari berdampak pada kondisi tanggul sungai di Banjar Dinas Kalanganyar, Desa Banjarasem. Tanggul yang mengalami pengikisan tidak mampu menahan debit air, sehingga aliran sungai meluap ke area permukiman warga.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.30 Wita tersebut menyebabkan material lumpur masuk ke rumah-rumah warga. Data sementara mencatat sebanyak 11 unit rumah terdampak, dengan total 21 kepala keluarga merasakan langsung dampak luapan sungai tersebut.
Selain menggenangi rumah, tekanan arus air juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Beberapa dinding rumah warga dilaporkan mengalami retak, sementara satu unit alat kerja berupa mesin pengaduk semen terseret arus sungai saat kejadian.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, menjelaskan bahwa peningkatan debit air dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang berlangsung dalam durasi cukup lama. Kondisi tersebut membuat struktur tanggul tidak mampu menahan tekanan aliran sungai.
“Endapan lumpur yang masuk ke permukiman cukup tebal, sehingga menjadi kendala tersendiri dalam proses penanganan awal,” kata I Gede Suyasa.
Sebagai langkah tanggap darurat, Tim Reaksi Cepat BPBD Buleleng langsung melakukan pendataan di lokasi kejadian, membantu pembersihan lumpur di rumah warga, serta melakukan penyemprotan di area terdampak. BPBD juga menyalurkan bantuan logistik darurat berupa kebutuhan pokok, perlengkapan kebersihan, pakaian, alas tidur, dan selimut bagi warga terdampak.
BPBD Buleleng mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya selama cuaca ekstrem. Warga diminta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi kerusakan tanggul atau kenaikan debit air secara tiba-tiba.
Reporter : Komang Adi Putro
IT : Respati
Editor : Awang SH.











