Headline

Ruas Maospati–Solo Direvitalisasi, BBPJN Jatim–Bali Tangani 10,83 Km Jalur Nasional di Ngawi

83
×

Ruas Maospati–Solo Direvitalisasi, BBPJN Jatim–Bali Tangani 10,83 Km Jalur Nasional di Ngawi

Sebarkan artikel ini

NGAWI | abahtindik.com — Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali mulai merevitalisasi ruas nasional Maospati–Solo di Kabupaten Ngawi. Penanganan difokuskan pada segmen Mantingan–Ngawi sepanjang 10,83 kilometer.

Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh PPK 2.2 Provinsi Jawa Timur dan dibiayai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2025–2027. Masa kontrak ditetapkan selama 486 hari kalender.

Secara struktural, paket pekerjaan berada di bawah koordinasi Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Jawa Timur yang dipimpin Andhika Tommy Ardiansyah.

Ruas Maospati–Solo merupakan jalur strategis penghubung Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Selain melayani mobilitas kendaraan antarkota, koridor ini juga menjadi jalur utama distribusi logistik lintas provinsi.

Keterangan Foto:
Alat berat tandem roller melakukan pemadatan lapis aspal pada proyek preservasi Ruas Mantingan–Ngawi. BBPJN Jatim–Bali melalui Satker PJN Wilayah II Jawa Timur menangani pekerjaan sepanjang 10,83 kilometer dengan durasi kontrak 486 hari yang bersumber dari SBSN 2025–2027. Ilustrasi: abahtindik.com

Di lapangan, pekerjaan diawali dengan pengupasan lapis perkerasan lama yang mengalami penurunan kualitas. Setelah itu dilakukan perbaikan struktur badan jalan, penghamparan lapis aspal baru, serta pemadatan menggunakan tandem roller. Seluruh tahapan dikerjakan secara bertahap guna memastikan mutu konstruksi dan ketahanan perkerasan dalam jangka panjang.

Selama proses pengerjaan, arus lalu lintas tetap dibuka dengan sistem buka–tutup pada titik tertentu. Petugas menempatkan rambu sementara dan pembatas jalan untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas di lokasi.

Revitalisasi ini ditargetkan menjaga tingkat kemantapan jalan nasional sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah. Dengan kondisi perkerasan yang lebih baik, mobilitas masyarakat serta distribusi barang di Kabupaten Ngawi dan kawasan perbatasan Jawa Timur–Jawa Tengah diharapkan semakin lancar.

Reporter: Riyanto
Editor: Rijen Senario

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *