Headline

Marciano Norman Kukuhkan KONI Jatim 2025–2029 di Grahadi, Soroti Target Juara PON 2028 dan Evaluasi Pembinaan Atlet

32
×

Marciano Norman Kukuhkan KONI Jatim 2025–2029 di Grahadi, Soroti Target Juara PON 2028 dan Evaluasi Pembinaan Atlet

Sebarkan artikel ini

SURABAYA | ABAHTINDIK.COM — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, mengukuhkan kepengurusan KONI Jawa Timur periode 2025–2029 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/2/2026).

Acara pengukuhan dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran Forkopimda, serta perwakilan KONI kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Momentum ini sekaligus menjadi penegasan arah pembinaan olahraga Jatim menuju target juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Dalam sambutannya, Marciano memuji kontribusi atlet Jatim pada SEA Games 2025 di Thailand. Berdasarkan catatan KONI Pusat, atlet asal Jatim menyumbang 34 medali emas, 35 perak, dan 35 perunggu untuk Indonesia.

Namun ia menilai, dominasi atlet Jatim di level internasional belum sepenuhnya tercermin dalam hasil PON. Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius dalam sistem pembinaan daerah.

“Kalau atlet Jawa Timur menjadi tulang punggung tim nasional dan berprestasi di level internasional, maka di PON seharusnya mampu tampil sebagai yang terbaik,” tegas Marciano.

Keterangan Foto:
Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajaran pengurus berpose usai pengukuhan Kepengurusan KONI Jawa Timur periode 2025–2029 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (10/2/2026). Pada momentum tersebut ditegaskan target peningkatan prestasi dan bidikan juara PON 2028.
Dok: ABAHTINDIK.COM

Ia menekankan pentingnya pembinaan berbasis data, pemanfaatan sport science, serta program latihan yang terukur dan konsisten. Dengan sumber daya manusia dan fasilitas yang dimiliki, Jatim dinilai punya modal kuat untuk kembali bersaing di papan atas nasional.

Sementara itu, Khofifah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pembinaan atlet, termasuk penguatan ekosistem olahraga sejak usia dini. Ia menilai olahraga bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga pembentukan karakter dan budaya.

“Persiapan menuju PON 2028 harus dilakukan sejak sekarang. Pendekatan sport science dan pembinaan berjenjang menjadi kunci,” ujar Khofifah.

Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil menambahkan, sinergi antara KONI pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi faktor utama menjaga konsistensi prestasi. Ia memastikan kepengurusan baru akan berjalan selaras dengan pemerintah daerah.

“KONI Jatim harus satu irama dengan Pemprov. Target kita jelas, prestasi nasional meningkat dan kontribusi internasional tetap terjaga,” kata Nabil.

Dengan struktur baru dan dukungan pemerintah daerah, KONI Jawa Timur kini dihadapkan pada target konkret: memperbaiki sistem pembinaan, menjaga dominasi atlet di tim nasional, dan membidik posisi puncak klasemen PON 2028.

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.