Headline

157 Mahasiswa Asal Sumatera Terdampak Bencana Terima Bantuan, FPK Kota Malang Desak Kampus Beri Keringanan SPP

69
×

157 Mahasiswa Asal Sumatera Terdampak Bencana Terima Bantuan, FPK Kota Malang Desak Kampus Beri Keringanan SPP

Sebarkan artikel ini

MALANG | ABAHTINDIK.COM — Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang menyalurkan bantuan kepada 157 mahasiswa asal Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang terdampak bencana di daerah asal mereka. Kegiatan bertajuk Refleksi Diri untuk Indonesia Maju itu digelar di Gedung Widyaloka, Kota Malang.

Bantuan diberikan dalam bentuk sembako, bantuan tunai, dan non-tunai. Distribusi sembako dilakukan dalam dua tahap, termasuk langsung ke asrama mahasiswa.
Ketua FPK Kota Malang, Ahmad Fuad A. Rahman, mengatakan, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian warga Kota Malang terhadap mahasiswa perantau yang ikut terdampak secara ekonomi akibat bencana.

“Bencana di Sumatera tidak hanya berdampak di daerahnya saja. Orang tua mereka kehilangan mata pencaharian. Dampaknya sampai ke sini. Kami ingin memastikan mahasiswa tetap bisa kuliah dengan tenang,” kata Fuad.

Ia menyebut, banyak keluarga mahasiswa kehilangan sumber penghasilan sehingga kiriman biaya kuliah dan kebutuhan hidup ikut terganggu. Karena itu, FPK menggandeng Pemerintah Kota Malang dan sejumlah elemen masyarakat untuk menghimpun bantuan.

Tak hanya bantuan jangka pendek, FPK juga mendorong kebijakan konkret dari perguruan tinggi.

“Kami berharap kampus bisa memberi pembebasan atau keringanan SPP, bahkan beasiswa bagi mahasiswa terdampak. Mereka ini generasi bangsa yang harus dijaga,” tegasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Wali Kota Malang melalui Kepala Bakesbangpol Kota Malang, unsur Korem 083/BDJ, Bakorwil Jawa Timur, Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, tokoh lintas suku, serta pimpinan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Brawijaya, Universitas Merdeka Malang, dan Universitas Tribhuwana Tunggadewi.

Ketua Baznas Kota Malang, jajaran camat se-Kota Malang, pengurus FPK Jawa Timur, FPK Malang Raya, hingga Ketua FPK Kabupaten Pasuruan juga hadir.
Rektor Universitas Merdeka Malang, Dr. Prihat Assih, mengaku tersentuh setelah mendengar testimoni mahasiswa. Ia kemudian secara spontan memberikan uang saku Rp50 ribu kepada seluruh mahasiswa yang hadir.

“Saya merasa sebagai orang tua. Ini bentuk kasih sayang kami untuk anak-anak,” ujarnya.

Ketua FPK Jawa Timur, Ali Zaini, mengapresiasi langkah FPK Kota Malang yang dinilai cepat merespons situasi. Ia menegaskan, FPK merupakan wadah 63 suku di Jawa Timur yang memiliki tanggung jawab moral menjaga solidaritas kebangsaan.

“Kalau ada saudara kita terkena bencana, kita tidak boleh diam. Mahasiswa dari Aceh, Sumbar, dan Sumut ini bagian dari keluarga besar kita,” katanya.

Acara ditutup dengan suasana hangat. Ketua FPK Kabupaten Pasuruan, Gus Bay, mencairkan suasana lewat guyonan yang mengundang tawa peserta.

Melalui kegiatan ini, FPK berharap dukungan moral dan material terus mengalir agar mahasiswa terdampak dapat menyelesaikan pendidikan tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga di kampung halaman.

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.