MALANG – abahtindik.com | Oprit atau jalan pendekat menuju Viaduct Karangkates di Kabupaten Malang sempat mengalami penurunan pada satu titik. Penurunan tidak panjang, namun perubahan elevasi terasa saat kendaraan melintas.
Sejumlah pengguna jalan memilih memperlambat laju kendaraan karena permukaan tidak lagi rata. Kondisi ini menjadi lebih berisiko ketika volume lalu lintas meningkat.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali langsung merespons laporan tersebut. Melalui PPK-TP 02 Ruas Wlingi–Kepanjen–Turen, tim teknis turun ke lokasi untuk memeriksa kondisi struktur dan menentukan langkah penanganan.
Titik penurunan berada di oprit sebelum kendaraan memasuki badan viaduct. Area ini menjadi peralihan beban kendaraan. Jika tidak segera ditangani, kerusakan berpotensi melebar dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.

Keterangan foto :
Perbaikan lubang jalan di ruas nasional Jl. Soekarno-Hatta (Pilang–Probolinggo) dilakukan dengan metode patching oleh tim PPK 3.5 Provinsi Jawa Timur di wilayah Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, untuk menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.
Sumber: BBPJN JATIM – BALI
Dok. Abahtindik.com
Tim melakukan perbaikan dengan metode patching atau penambalan pada bagian yang mengalami penurunan. Metode ini dipilih agar permukaan segera kembali rata tanpa menutup jalur dalam waktu lama. Pekerjaan difokuskan pada titik terdampak sehingga arus kendaraan tetap berjalan.
Selain penanganan di Karangkates, BBPJN Jatim–Bali juga menindaklanjuti aduan masyarakat melalui kanal Jalan Kita.
Pada kesempatan lain, PPK 3.5 Provinsi Jawa Timur melaksanakan penutupan lubang jalan di ruas Jl. Soekarno-Hatta (Pilang–Probolinggo) Link 28020.11.K di wilayah Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Perbaikan jalan nasional di wilayah Kota Probolinggo. Petugas melakukan penambalan permukaan aspal dengan metode patching untuk meratakan kembali badan jalan yang mengalami kerusakan. Proses pekerjaan dilakukan dengan pengaturan lalu lintas agar kendaraan tetap dapat melintas secara bergantian.
Sumber: BBPJN Jatim–Bali
Dok. abahtindik.com
Pekerjaan tersebut tercatat sebagai Paket Holding Rukon PPK 3.5 dengan metode patching pada posisi km 1 atau km 94+650 dengan progres 50 persen saat pelaksanaan. PPK 3.5 berada di bawah naungan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 3 serta BBPJN Jawa Timur–Bali.
BBPJN Jatim–Bali menegaskan langkah cepat ini menjadi bagian dari komitmen menjaga keselamatan pengguna jalan dan memastikan ruas nasional tetap berfungsi optimal bagi mobilitas warga serta distribusi logistik.
Saat ini, permukaan yang sempat turun telah dirapikan. Pemantauan lanjutan terus dilakukan untuk memastikan kondisi struktur tetap aman dilalui.
Reporter: Nugroho
Editor: Rijen Senario











