SIDOARJO – abahtindik.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memperketat pengawasan di kawasan Alun-alun Sidoarjo menyusul temuan dugaan aktivitas asusila yang terjadi di ruang publik tersebut, terutama pada malam hingga dini hari saat intensitas pengunjung menurun.
Langkah ini diambil setelah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo menemukan sejumlah pasangan yang memanfaatkan kondisi sepi di area alun-alun, khususnya setelah pukul 01.00 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, satu pasangan diamankan langsung oleh petugas di lokasi, sementara 11 pasangan lainnya terekam melalui kamera pengawas (CCTV).
Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau DLHK Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi, menjelaskan bahwa temuan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terlebih terjadi pada momentum bulan Ramadan. Kondisi ini dinilai mencerminkan masih perlunya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga norma dan ketertiban di fasilitas umum.
Pasangan yang diamankan telah diberikan pembinaan dan teguran oleh petugas, sementara rekaman CCTV digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pengawasan ke depan.
DLHK meningkatkan langkah preventif dengan menambah jumlah petugas jaga malam dari sebelumnya tiga orang menjadi empat orang. Selain itu, patroli rutin diperkuat melalui koordinasi bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) guna meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan.
Dari sisi infrastruktur, pemerintah daerah juga merencanakan pemasangan dua unit lampu highmast pada April 2026 di sejumlah titik minim pencahayaan. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi potensi aktivitas negatif sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Pemkab Sidoarjo menegaskan bahwa penguatan pengawasan dan peningkatan fasilitas ini merupakan bagian dari komitmen menjaga Alun-alun Sidoarjo sebagai ruang publik yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Reporter: Alief Leksono
Editor: Respati











