LUMAJANG – abahtindik.com | Akses vital penghubung Kabupaten Lumajang dan Malang melalui Jalur Piket Nol kembali terganggu akibat peristiwa longsor yang terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026 sekitar pukul 06.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut sejak dini hari, sehingga menyebabkan struktur tanah di lereng menjadi labil dan akhirnya longsor menutup sebagian badan jalan.
Peristiwa longsor dilaporkan terjadi di ruas jalan nasional 062 batas Kabupaten Malang – batas Kota Lumajang, tepatnya di Km 54+800 dan Km 57+950, yang berada di wilayah Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Material longsor berupa tanah bercampur lumpur turun dari tebing dan menutup sebagian jalur kendaraan, sehingga arus lalu lintas dari kedua arah sempat mengalami hambatan.
Jalur Piket Nol sendiri dikenal sebagai salah satu akses strategis yang menghubungkan wilayah selatan Kabupaten Malang dengan Lumajang. Selain memiliki fungsi vital dalam mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, jalur ini juga memiliki karakteristik geografis berupa tebing curam dan kawasan pegunungan yang rawan terhadap bencana longsor, khususnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui PPK 1.3 Provinsi Jawa Timur segera melakukan langkah penanganan di lokasi. Tim di lapangan langsung dikerahkan untuk melakukan pembersihan material longsor dengan menggunakan alat berat berupa wheel loader guna mengangkat timbunan tanah, serta water tanker untuk menyemprot dan membersihkan sisa lumpur yang menempel di badan jalan.
Penanganan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi guna memastikan jalur tetap dapat difungsikan secepat mungkin. Selain pembersihan fisik, petugas juga melakukan pengamanan lokasi dengan memasang rambu-rambu peringatan di titik terdampak guna mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
Setelah proses pembersihan selesai, kondisi lalu lintas di jalur tersebut dilaporkan telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dari dua arah. Untuk menjaga kelancaran sekaligus keselamatan pengguna jalan, petugas flagman juga ditempatkan di sekitar lokasi guna membantu pengaturan arus kendaraan, terutama pada titik yang sebelumnya terdampak longsor.
Meskipun jalur telah kembali berfungsi normal, pengguna jalan yang melintas dari arah Lumajang menuju Malang, khususnya wilayah Pronojiwo, maupun sebaliknya, tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi geografis kawasan yang berada di lereng pegunungan membuat jalur ini memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap longsor susulan, terutama saat curah hujan masih berlangsung.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dalam berkendara di jalur rawan bencana, sekaligus menegaskan peran strategis respons cepat dari instansi terkait dalam menjaga konektivitas jalan nasional. Upaya penanganan yang dilakukan BBPJN Jawa Timur–Bali menunjukkan komitmen dalam memastikan akses transportasi tetap terjaga, terutama pada jalur-jalur dengan tingkat risiko tinggi seperti Piket Nol.
Reporter: Mochamad Makruf
Editor: Respati
Sumber: BBPJN Jawa Timur – Bali











