MALANG — abahtindik.com | Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Malang menuntaskan proyek pelebaran jalan pada ruas Selorejo–Krisik yang menjadi jalur penghubung strategis antara wilayah Blitar, Kabupaten Malang, hingga Kota Batu. Proyek ini rampung pada Desember 2025 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.
Penyelesaian proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas pemerintah daerah yang difokuskan pada peningkatan aksesibilitas masyarakat serta mendukung mobilitas ekonomi di kawasan Malang Raya dan sekitarnya.
Secara teknis, ruas Selorejo–Krisik memiliki panjang total sekitar 16 kilometer. Dari total tersebut, penanganan efektif dilakukan sepanjang 2,85 kilometer yang berada di wilayah Kelurahan Banturejo, Ngantru, dan Sidodadi, Kecamatan Ngantang. Pada segmen ini dilakukan pelebaran jalan dari semula sekitar 4,5 meter menjadi 7,3 meter guna meningkatkan kapasitas dan kenyamanan lalu lintas.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Wilayah I UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Malang, Niken Prabawati, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi bagian dari implementasi sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam penyediaan infrastruktur yang layak.
“Pekerjaan ini telah tuntas pada Desember 2025 dan menjadi bukti nyata sinergi antara Pemprov Jatim dan Pemkab Malang dalam mewujudkan jalan yang lebih aman dan representatif bagi masyarakat,” ujarnya saat mendampingi kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur, Kamis (9/4/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, juga meninjau ruas jalan Gondanglegi–Balekambang di Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran. Ruas ini memiliki panjang sekitar 30,485 kilometer dengan lebar mencapai 11 meter dan berfungsi sebagai akses utama menuju kawasan Malang Selatan.
Selain itu, ruas Gondanglegi–Balekambang merupakan bagian dari jalur strategis Pantai Selatan (Pansela) yang memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas wilayah pesisir selatan Pulau Jawa serta memperlancar distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk memastikan kualitas hasil pembangunan tetap sesuai standar serta menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap infrastruktur yang telah dibangun agar tetap optimal dalam melayani kebutuhan publik.
Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan di Jawa Timur akan terus dilanjutkan melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini dinilai strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan akses layanan publik, serta memperkuat konektivitas antarwilayah secara berkelanjutan.
Sumber: Bina Marga Provinsi Jawa Timur
Reporter: Alief Leksono
Editor: Mochamad Makruf











