HeadlinePemerintahan

Pemkab Gresik Perkuat Sistem Keamanan Pangan, Gandeng BBPOM Surabaya Lewat Program Nasional

1809
×

Pemkab Gresik Perkuat Sistem Keamanan Pangan, Gandeng BBPOM Surabaya Lewat Program Nasional

Sebarkan artikel ini

GRESIK, abahtindik.com — Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat komitmen dalam menghadirkan sistem pangan yang aman dan berkualitas melalui sinergi strategis bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya dalam program nasional Keamanan Pangan Terpadu.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam audiensi antara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Kepala BBPOM Surabaya Yudi Noviandi yang berlangsung di ruang rapat Graita Eka Praja, Senin (13/4/2026).

Pertemuan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat pengawasan pangan hingga ke tingkat masyarakat.

Dalam paparannya, Yudi Noviandi menjelaskan bahwa program Keamanan Pangan Terpadu merupakan strategi nasional yang dirancang untuk meningkatkan pengawasan pangan secara menyeluruh melalui tiga pilar utama.

Pilar pertama adalah Desa Pangan Aman, yang mendorong kemandirian desa dalam memproduksi dan mengawasi pangan melalui pembentukan kader keamanan pangan. Pilar kedua adalah Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, yang difokuskan pada pengawasan pangan segar dan olahan di pasar tradisional serta edukasi bagi pedagang dan pengelola pasar.

Sementara itu, pilar ketiga adalah Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman, yang bertujuan meningkatkan kualitas jajanan melalui pembinaan kantin serta edukasi kepada siswa, guru, dan pelaku usaha di lingkungan sekolah.

Yudi menegaskan pentingnya dukungan pemerintah daerah agar implementasi program tersebut berjalan optimal dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menjamin keamanan pangan yang dikonsumsi sehari-hari.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan dukungan penuh dan menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan program. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun sistem keamanan pangan yang berkelanjutan dan berbasis partisipasi masyarakat.

Selain memperkuat aspek pengawasan, Pemerintah Kabupaten Gresik juga mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pelaku usaha makanan dan minuman. Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah pembukaan klinik layanan terpadu BBPOM di daerah guna mempermudah proses pengurusan izin edar produk.

Menurut Bupati Yani, layanan tersebut dapat sementara dihadirkan di Mal Pelayanan Publik untuk mempercepat akses perizinan yang selama ini menjadi kendala bagi pelaku usaha. Upaya ini dinilai sejalan dengan strategi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, mengingat legalitas produk merupakan faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM di pasar yang lebih luas.

BBPOM Surabaya juga menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan dan pengawasan kepada pelaku usaha di Gresik.

Berdasarkan hasil penilaian tahun 2025, indeks kabupaten/kota pangan aman Gresik mencapai angka 72,09 dengan kategori baik. Capaian tersebut diharapkan terus meningkat melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Melalui penguatan sistem keamanan pangan ini, Pemerintah Kabupaten Gresik tidak hanya berupaya menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis produk pangan yang aman, berkualitas, dan berdaya saing.

Dok: abahtindik.com

Reporter: Alief Leksono

Editor: Respati

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.