Surabaya, abahtindik.com – Balai Keamanan Jembatan dan Terowongan Khusus (BKJTK) melaksanakan inspeksi menyeluruh terhadap Jembatan Suramadu pada 22 April 2026 guna memastikan kondisi struktur jembatan tetap andal dan aman bagi masyarakat pengguna jalan.
Inspeksi dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan teknis meliputi pemeriksaan visual, pengujian dinamik struktur jembatan, pengukuran tegangan kabel, hingga pengujian non-destructive test (NDT). Metode tersebut diterapkan untuk mengetahui kondisi aktual struktur jembatan secara detail tanpa merusak elemen konstruksi yang ada.
Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan secara komprehensif dengan mengacu pada standar dan pedoman teknis yang berlaku. Ruang lingkup inspeksi mencakup bangunan atas, bangunan bawah, serta sistem kabel yang menjadi komponen utama penopang beban pada jembatan tipe cable stayed tersebut.
Jembatan Suramadu sendiri merupakan jembatan cable stayed terpanjang di Indonesia yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Pulau Madura. Infrastruktur strategis nasional ini memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga pertumbuhan ekonomi di kawasan Jawa Timur dan Madura.
Tingginya intensitas lalu lintas di Jembatan Suramadu menjadi alasan utama dilakukannya pemantauan kondisi struktur secara berkala. Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk menjaga keamanan, kenyamanan pengguna jalan, sekaligus mencegah potensi kerusakan yang dapat memengaruhi layanan transportasi.
Melalui inspeksi tersebut, BKJTK berharap kondisi eksisting jembatan dapat teridentifikasi secara menyeluruh sehingga langkah penanganan, perawatan, dan pemeliharaan dapat dirumuskan secara tepat, efektif, dan berkelanjutan.
Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keandalan infrastruktur nasional serta memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjamin dalam jangka panjang.
Reporter: Rijen Senario
Editor: Respati
Sumber: PU Jalan BKJTK











