JAKARTA – abahtindik.com | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di berbagai daerah di Indonesia dengan target penyelesaian pada 20 Juni 2026. Program tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Media Briefing bersama Menteri Pekerjaan Umum yang digelar di Jakarta, Jumat (22/5/2026). Dalam kesempatan itu, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengesampingkan mutu konstruksi bangunan.
“Percepatan pembangunan Sekolah Rakyat tidak boleh mengorbankan kualitas bangunan,” tegas Dody Hanggodo.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis Presiden RI Prabowo Subianto yang bertujuan memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui peningkatan akses pendidikan bagi masyarakat di berbagai wilayah.
Kementerian PU saat ini terus melakukan percepatan pembangunan infrastruktur pendidikan tersebut di sejumlah daerah dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari tenaga kerja lokal hingga penyedia material konstruksi. Langkah itu dinilai tidak hanya memberikan dampak pada sektor pendidikan, tetapi juga menggerakkan perekonomian daerah.
Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang, pembangunan Sekolah Rakyat juga disebut mampu menciptakan efek ekonomi berantai melalui penyerapan tenaga kerja dan aktivitas rantai pasok material konstruksi di wilayah proyek berlangsung.
Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dapat selesai tepat waktu agar segera dimanfaatkan masyarakat pada tahun ajaran baru mendatang.
Editor: Respati
Sumber: Kementerian PU











