HeadlinePemerintahan

Cegah Pernikahan Dini, KUA Sumenep Gagas Gerakan GELIAT: “Stop Stunting, Skip Nikah Dini”

144
×

Cegah Pernikahan Dini, KUA Sumenep Gagas Gerakan GELIAT: “Stop Stunting, Skip Nikah Dini”

Sebarkan artikel ini

Sumenep, abahtindik.com – Sebagai upaya konkret mencegah pernikahan dini, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kota Sumenep menggelar Seminar Nasional Gerakan Lajang Indonesia Anti Tergesa Nikah (GELIAT) pada Kamis (31/8/2025). Mengusung tema “Stop Stunting, Skip Nikah Dini! Remaja Sehat, Masa Depan Hebat”, acara ini berlangsung di Aula Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) Terate Sumenep.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid. Ia menyampaikan pentingnya peran berbagai pihak dalam mencegah pernikahan dini yang sering menjadi pemicu stunting dan rendahnya kualitas generasi masa depan.

“Melalui GELIAT ini, kita ingin membangun kesadaran kolektif bahwa remaja memiliki hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, tanpa terburu-buru menikah di usia yang belum matang,” terang Wasid dalam sambutannya.

Wasid menambahkan, seminar GELIAT diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan untuk menekan angka pernikahan usia anak di Kabupaten Sumenep dan menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Fokus pada Kesehatan dan Psikologi Remaja
Seminar ini menghadirkan empat narasumber kompeten dari berbagai bidang, di antaranya:

  • Marwan, Kepala KUA Kecamatan Kota Sumenep, yang memaparkan data dan strategi pencegahan.
  • R.A. Farah Diba Yulia dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), yang menyampaikan data serta strategi penanganan stunting melalui penundaan usia nikah dan perencanaan keluarga yang sehat.
  • Fatimatul Insyoniah dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pandian, yang memaparkan dampak medis dari kehamilan usia muda dan pentingnya akses kesehatan reproduksi bagi remaja.
  • Ning Hielma Hasanah, seorang psikolog, yang menyoroti aspek psikologis remaja dalam menghadapi tekanan sosial untuk menikah dini serta pentingnya penguatan karakter dan kemandirian.

Seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, penyuluh agama, serta tokoh masyarakat. (Res)

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *