SURABAYA — abahtindik.com | Program pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional yang dijalankan oleh Kementerian Pekerjaan Umum tidak hanya terdiri dari satu jenis pekerjaan. Di lapangan, terdapat dua skema utama yang sering disalahartikan sebagai satu kesatuan, yakni paket preservasi jalan dan paket peningkatan jalan.
Perbedaan kedua skema ini tidak sekadar administratif, melainkan menyangkut tujuan teknis, bentuk pekerjaan, hingga hasil yang diharapkan. Tanpa pemahaman yang tepat, penilaian publik terhadap proyek jalan nasional kerap melenceng dari konteks kebijakan dan standar teknis yang berlaku.

Preservasi Jalan: Menjaga Fungsi dan Umur Layanan
Paket preservasi ditujukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi dengan baik dan aman dilalui. Skema ini diterapkan pada ruas jalan yang secara struktur masih layak, namun membutuhkan perawatan rutin maupun berkala agar tidak mengalami penurunan kualitas lebih lanjut.
Pekerjaan dalam paket preservasi meliputi pelapisan ulang aspal, penambalan kerusakan permukaan, pemeliharaan drainase, perawatan bahu jalan, pengecatan marka, hingga pekerjaan rutin lainnya. Dengan karakter tersebut, preservasi tidak dimaksudkan untuk mengubah dimensi atau kapasitas jalan, melainkan memastikan jalan tetap nyaman dan laik fungsi sesuai standar layanan.
Peningkatan Jalan: Menambah Kapasitas dan Kekuatan Struktur
Berbeda dari preservasi, paket peningkatan jalan diarahkan untuk menaikkan kapasitas dan kemampuan struktur jalan. Skema ini biasanya diterapkan ketika volume lalu lintas meningkat, peran ruas jalan berubah menjadi koridor strategis, atau kondisi struktur lama tidak lagi mencukupi.
Lingkup pekerjaan peningkatan meliputi pelebaran badan jalan, rekonstruksi perkerasan, penguatan struktur, penambahan lajur, hingga penyesuaian geometrik jalan. Karena sifatnya yang struktural dan berdampak langsung pada kapasitas lalu lintas, paket peningkatan memerlukan perencanaan lebih kompleks, anggaran lebih besar, serta durasi pelaksanaan yang lebih panjang.
Peran Satker dan PPK di Jawa Timur
Di Jawa Timur, pelaksanaan kedua paket tersebut berada di bawah koordinasi Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Jawa Timur. Satuan kerja ini mengelola perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian teknis pekerjaan jalan nasional pada sejumlah koridor strategis.
Kepala Satker PJN Wilayah III Jawa Timur, Deny Purwa Indarsa, menyampaikan bahwa memasuki awal Tahun Anggaran 2026, intensitas pengawasan ditingkatkan, terutama menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
“Curah hujan di awal tahun cukup tinggi. Seluruh PPK kami minta siaga penuh untuk memastikan kondisi jalan nasional tetap terpantau dan responsif terhadap laporan masyarakat,” ujarnya, Sabtu (31/1/2026).
Selain faktor cuaca, Satker juga mulai menyiapkan langkah teknis menjelang Ramadan dan arus mudik Lebaran. Penanganan jalan nasional pada periode tersebut dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Pentingnya Memahami Jenis Paket Pekerjaan
Di lapangan, pekerjaan preservasi dan peningkatan dilaksanakan oleh PPK sesuai pembagian wilayah kerja, mulai dari kawasan Madura, Surabaya Raya, hingga koridor penghubung Pasuruan, Probolinggo, dan Malang Raya. Setiap paket ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi kondisi jalan dan prioritas program nasional.
Kesalahpahaman publik sering muncul ketika proyek jalan hanya dinilai dari perubahan visual. Ruas jalan yang tampak “tidak berubah signifikan” kerap dianggap tidak memberi manfaat, padahal pada paket preservasi, manfaat utama terletak pada umur layanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan. Sebaliknya, paket peningkatan memang dirancang menghasilkan perubahan fisik yang lebih kasat mata.
Oleh karena itu, pengawasan publik seharusnya disesuaikan dengan jenis paket pekerjaan. Pada preservasi, indikator yang relevan antara lain kualitas permukaan jalan, fungsi drainase, dan kerapian marka. Sementara pada peningkatan, perubahan kapasitas, kekuatan struktur, dan kelancaran lalu lintas menjadi tolok ukur utama.
Dengan pemahaman yang tepat mengenai perbedaan preservasi dan peningkatan jalan nasional, masyarakat diharapkan dapat menilai proyek infrastruktur secara lebih objektif, sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan pembangunan jalan nasional di Jawa Timur.
Reporter: Abdul Rasyid, S.Ag.
IT: Respati
Editor: Rijen Senario, S.T.











