HeadlineUncategorized

Diduga Diretas. Rp143 Miliar Dana Nasabah Bank Jambi Hilang. 6.600 Rekening Terdampak

30
×

Diduga Diretas. Rp143 Miliar Dana Nasabah Bank Jambi Hilang. 6.600 Rekening Terdampak

Sebarkan artikel ini

Jambi – abahtindik.com | Gangguan serius mengguncang sistem perbankan Bank Jambi. Dugaan serangan siber memicu hilangnya dana nasabah sekitar Rp143 miliar. Sebanyak 6.600 rekening dilaporkan terdampak setelah muncul transaksi tidak wajar pada 22 Februari 2026.

Data awal yang dihimpun aparat menunjukkan ribuan rekening mengalami pengurangan saldo tanpa transaksi yang dilakukan oleh pemilik rekening. Anomali tersebut pertama kali terdeteksi melalui laporan nasabah yang menemukan saldo rekening berkurang secara tiba tiba.

Laporan nasabah kemudian memicu pemeriksaan internal oleh manajemen bank. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya aktivitas transaksi digital yang tidak sesuai pola normal pada sistem perbankan Bank Jambi.

Kasus ini kemudian dilaporkan kepada aparat penegak hukum. Polda Jambi langsung membuka penyelidikan dan membentuk tim khusus untuk menelusuri dugaan pembobolan sistem keamanan bank daerah tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi Kombes Taufik menyatakan estimasi kerugian sementara mencapai sekitar Rp143 miliar. Angka tersebut masih bersifat awal dan dapat berubah setelah proses verifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan selesai.

Penyidik telah memanggil Direktur Utama Bank Jambi bersama sejumlah pejabat manajemen untuk memberikan klarifikasi. Pemeriksaan difokuskan pada kronologi gangguan sistem, prosedur keamanan digital bank, serta langkah penanganan yang dilakukan setelah transaksi mencurigakan muncul.

Tim penyidik juga memeriksa log transaksi digital serta sistem keamanan jaringan bank. Pemeriksaan dilakukan untuk mengidentifikasi jalur serangan serta metode yang digunakan pelaku dalam mengakses sistem perbankan.

Selain itu, aparat juga mendalami kemungkinan adanya celah pada sistem keamanan internal. Penyidik tidak hanya menelusuri potensi serangan dari luar sistem, tetapi juga kemungkinan kelalaian dalam pengelolaan keamanan teknologi informasi bank.

Insiden ini berdampak langsung pada operasional layanan Bank Jambi. Sistem mobile banking dan jaringan ATM tidak dapat digunakan selama lebih dari sebelas hari setelah gangguan sistem terjadi.

Penonaktifan layanan digital dilakukan oleh manajemen bank untuk mencegah potensi transaksi lanjutan yang mencurigakan. Langkah tersebut diambil sekaligus untuk memudahkan proses audit forensik terhadap sistem teknologi informasi bank.

Audit forensik sistem melibatkan tim teknologi informasi internal bank serta pihak ketiga yang memiliki keahlian di bidang keamanan siber. Tim tersebut memeriksa jejak aktivitas digital untuk menemukan titik awal gangguan serta pola transaksi yang tidak normal.

Gangguan layanan digital memicu dampak langsung bagi nasabah. Banyak nasabah harus datang langsung ke kantor cabang untuk melakukan transaksi yang biasanya dilakukan melalui aplikasi perbankan.

Antrean panjang terlihat hampir setiap hari di sejumlah kantor cabang Bank Jambi sejak gangguan sistem terjadi. Nasabah menunggu berjam jam untuk melakukan penarikan dana, pengecekan saldo, maupun pengaduan terkait transaksi yang tidak mereka lakukan.

Sejumlah nasabah juga melaporkan kesulitan mengakses dana mereka selama sistem masih dalam proses pemulihan. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan dana yang tersimpan di bank daerah tersebut.

Manajemen Bank Jambi menyatakan telah memulai proses pengembalian dana kepada nasabah yang terdampak. Proses penggantian kerugian dilakukan secara bertahap setelah verifikasi data transaksi dilakukan.

Namun hingga saat ini manajemen belum menjelaskan secara terbuka sumber dana yang digunakan untuk mengganti kerugian nasabah. Pihak bank juga belum menyampaikan secara rinci mekanisme pengembalian dana serta jumlah nasabah yang telah menerima penggantian.

Otoritas Jasa Keuangan turut melakukan pemantauan terhadap kasus ini. OJK berwenang melakukan verifikasi data kerugian serta menilai tingkat keamanan sistem perbankan yang digunakan oleh Bank Jambi.

Bank Indonesia juga memantau perkembangan kasus tersebut karena gangguan sistem yang berlangsung cukup lama berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan daerah.

Kasus dugaan peretasan ini membuka kembali perhatian terhadap keamanan sistem perbankan digital di Indonesia. Peningkatan transaksi digital dalam beberapa tahun terakhir membuat sistem perbankan semakin bergantung pada keamanan jaringan teknologi informasi.

<span;>Serangan siber terhadap lembaga keuangan dapat menimbulkan kerugian besar dalam waktu singkat. Selain kerugian finansial, gangguan sistem juga berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi perbankan.

Penyelidikan kepolisian dan audit forensik sistem masih berjalan. Aparat berupaya memastikan sumber serangan serta menilai apakah insiden ini murni akibat serangan siber atau berkaitan dengan kelemahan pengelolaan keamanan sistem internal.

Hasil penyelidikan akan menentukan langkah hukum selanjutnya serta menjadi dasar evaluasi terhadap sistem keamanan perbankan yang digunakan oleh Bank Jambi.

Reporter: Rangga Saputra
Editor: Redaksi abahtindik.com

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.