Hukum KriminalUncategorized

Apel 5.000 Ojol dan Buruh di Palembang, Kapolri Tekankan Kolaborasi Masyarakat Jaga Stabilitas Kamtibmas

45
×

Apel 5.000 Ojol dan Buruh di Palembang, Kapolri Tekankan Kolaborasi Masyarakat Jaga Stabilitas Kamtibmas

Sebarkan artikel ini

PALEMBANG – abahtindik.com | Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin apel yang melibatkan sekitar 5.000 pengemudi ojek online dan pekerja dari berbagai organisasi buruh di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Minggu 8 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Sumatera Selatan.

Apel tersebut mengusung tema Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae. Tema ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan komunitas pekerja dalam menjaga situasi keamanan wilayah tetap kondusif. Pengemudi ojek online dan buruh dipandang sebagai kelompok masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi serta interaksi langsung dengan masyarakat luas.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho mendampingi Kapolri bersama Wakapolda Brigjen Pol Rony Samtana serta jajaran pejabat utama Polda Sumsel. Kehadiran pimpinan kepolisian daerah menegaskan bahwa penguatan kemitraan antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas wilayah.

Keterangan foto :
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung kegiatan registrasi peserta ojek online dan buruh dalam rangka Apel Kamtibmas yang digelar di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu 8 Maret 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 5.000 pengemudi ojek online dan pekerja dari berbagai organisasi buruh sebagai bagian dari penguatan kolaborasi masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Sumatera Selatan. Reporter: Ilham Pratama, Editor: Mochamad Makruf, Sumber: Humas Polda Sumsel.

Kegiatan ini juga dihadiri unsur pemerintah daerah dan TNI. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru hadir bersama Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis serta Wali Kota Palembang Ratu Dewa. Kehadiran unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri menunjukkan koordinasi lintas institusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan apel bersama yang diikuti ribuan peserta dari komunitas ojek online dan organisasi buruh. Para peserta telah berkumpul sejak pagi hari di Stadion Bumi Sriwijaya untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Setelah apel berlangsung, Kapolri bersama pejabat yang hadir melakukan penyematan rompi secara simbolis kepada perwakilan peserta. Penyematan rompi tersebut menjadi simbol keterlibatan komunitas pekerja dalam mendukung upaya menjaga keamanan lingkungan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan deklarasi bersama bertajuk Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae. Deklarasi tersebut berisi komitmen bersama antara Polri, komunitas ojek online, dan serikat pekerja untuk menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Sumatera Selatan.

Dalam deklarasi tersebut, para peserta menyatakan kesiapan untuk membantu menciptakan lingkungan yang aman serta memberikan informasi kepada aparat apabila ditemukan potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini berkaitan dengan konsep pemolisian berbasis masyarakat atau community policing. Konsep ini menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, tanggung jawab menjaga ketertiban tidak hanya berada pada aparat keamanan. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam memantau kondisi lingkungan serta membantu mencegah potensi gangguan keamanan.

Dalam amanatnya, Kapolri juga menyinggung kondisi global yang saat ini mengalami dinamika cukup kompleks. Ia menyampaikan bahwa konflik di sejumlah kawasan dunia berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi global, termasuk kenaikan harga energi dan tekanan terhadap stabilitas ekonomi di berbagai negara.

Situasi global tersebut menurut Kapolri perlu diantisipasi dengan menjaga stabilitas keamanan di tingkat daerah. Stabilitas keamanan dinilai menjadi salah satu faktor penting agar aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Kapolri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan serta stabilitas sosial di tengah berbagai tantangan global. Menurutnya, potensi gangguan keamanan dapat dicegah apabila masyarakat dan aparat bekerja sama menjaga situasi kondusif di lingkungan masing masing.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan kepolisian apabila membutuhkan bantuan. Polri menyediakan Call Center 110 yang dapat diakses masyarakat selama 24 jam tanpa biaya sebagai sarana pelaporan kejadian maupun permintaan bantuan kepolisian.

Melalui kegiatan apel ini, kepolisian berharap keterlibatan komunitas pekerja seperti pengemudi ojek online dan buruh dapat memperkuat sistem pengamanan berbasis masyarakat. Dengan jaringan sosial yang luas serta mobilitas tinggi, komunitas pekerja dinilai memiliki potensi besar dalam membantu memantau situasi keamanan di lingkungan sekitar.

Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, serta komunitas pekerja diharapkan mampu menjaga stabilitas keamanan di Sumatera Selatan secara berkelanjutan serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Reporter: Ilham Pratama
Editor: Mochamad Makruf
Sumber: Humas Polda Sumsel

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.