SIDOARJO – abahtindik.com | Upaya normalisasi saluran air di kawasan Purboyo, Kepuh Kemiri, Kabupaten Sidoarjo, terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai langkah preventif menghadapi potensi genangan dan banjir, khususnya saat intensitas hujan meningkat.
Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dengan fokus pada pembersihan saluran dari berbagai material penghambat aliran air. Proses pengangkatan dilakukan menggunakan alat berat jenis excavator yang difungsikan untuk mengeruk tumpukan sampah, sedimentasi, serta vegetasi liar seperti enceng gondok yang menutupi badan saluran.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi saluran sebelumnya mengalami penyempitan akibat akumulasi sampah plastik, limbah rumah tangga, dan tanaman air. Penumpukan tersebut berpotensi menurunkan kapasitas tampung saluran serta memperlambat laju aliran air, sehingga meningkatkan risiko genangan di wilayah sekitar.
Dalam pelaksanaannya, material yang berhasil diangkat langsung dipindahkan ke daratan untuk mencegah terjadinya penyumbatan ulang. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan fungsi saluran tetap optimal dan tidak terganggu oleh residu pembersihan.
Kegiatan pengambilan sampah di saluran Purboyo Kepuh Kemiri ini telah dilakukan secara berkala sebagai bentuk pengendalian lingkungan berbasis tindakan preventif. Upaya ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas aliran air sekaligus meminimalisasi potensi dampak hidrologis di kawasan permukiman.
Selain berdampak pada aspek teknis drainase, kondisi saluran yang bersih juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Lingkungan yang terjaga tidak hanya meningkatkan kenyamanan aktivitas warga, tetapi juga berkontribusi terhadap kesehatan lingkungan secara menyeluruh.
Normalisasi saluran ini menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan tidak semata bergantung pada intervensi skala besar, melainkan juga pada konsistensi kegiatan rutin yang terukur dan berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, risiko penyumbatan dapat ditekan dan fungsi infrastruktur drainase tetap terjaga secara optimal.
Reporter: Ibnu Aji Sesario
Editor: Alief Leksono











