Surabaya – abahtindik.com | Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Sulawesi Utara. Kontingen Jatim menargetkan posisi juara umum melalui strategi persiapan jangka panjang dan penguatan kualitas atlet.
Ketua Pengprov MI Jatim, Baso Juherman, menegaskan bahwa persiapan telah dimulai sejak September 2025 melalui program pemusatan latihan (training camp/TC) yang berkelanjutan.
“Seluruh atlet telah menjalani TC sejak tahun lalu. Secara teknis dan fisik, kesiapan mereka sudah berada pada tahap optimal untuk menghadapi PON Bela Diri 2026,” ujar Baso di Surabaya.
Dari sisi regulasi, Pengprov MI Jatim telah menerima surat resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terkait cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
Dalam keputusan tersebut, jadwal pelaksanaan PON Bela Diri mengalami perubahan dari rencana awal Juni menjadi awal Oktober 2026.
Perubahan jadwal ini dinilai tidak mengganggu kesiapan tim. Sebaliknya, tambahan waktu justru dimanfaatkan untuk memperdalam intensitas latihan serta meningkatkan daya saing atlet.
“Tambahan waktu ini kami gunakan untuk mematangkan strategi dan meningkatkan kualitas performa atlet, sehingga bisa tampil maksimal saat pertandingan,” jelasnya.
Namun demikian, terdapat penyesuaian nomor pertandingan dibandingkan PON sebelumnya di Aceh-Sumatera Utara.
Beberapa nomor seperti Muay Boran dan Muay Robic, baik putra maupun putri, dipastikan tidak masuk dalam daftar cabang yang dipertandingkan.
Menanggapi hal tersebut, Pengprov MI Jatim terus berkoordinasi dengan Pengurus Besar Muaythai Indonesia agar nomor-nomor tersebut dapat kembali diusulkan kepada tuan rumah.
“Kami berharap nomor yang sebelumnya dipertandingkan tetap bisa masuk, karena atlet sudah melakukan persiapan dalam jangka panjang,” kata Baso.
Sebagai bagian dari strategi peningkatan performa, Pengprov MI Jatim juga menggelar kompetisi internal melalui Liga Muaythai Jawa Timur. Ajang ini difungsikan sebagai sarana evaluasi sekaligus uji tanding bagi atlet yang tengah menjalani TC.
Liga Muaythai Jatim seri pertama telah dilaksanakan, sementara seri kedua dijadwalkan berlangsung pada 24–25 April 2026 di Surabaya. Seluruh atlet yang diproyeksikan tampil di PON akan ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Selain itu, panitia juga didorong untuk membuka kategori bagi atlet senior guna meningkatkan kualitas pertandingan. Skema ini diharapkan mampu menarik partisipasi dari berbagai provinsi, sehingga tercipta atmosfer kompetitif yang lebih tinggi.
“Kami membuka peluang bagi provinsi lain untuk ikut serta dalam Liga 2 di Surabaya. Ini penting sebagai uji tanding terbuka agar kualitas atlet semakin terukur,” pungkasnya.
Dengan rangkaian persiapan yang sistematis dan berkelanjutan, Muaythai Jawa Timur optimistis mampu bersaing di seluruh nomor pertandingan serta merealisasikan target sebagai juara umum pada PON Bela Diri 2026.
Dok: abahtindik.com
Reporter: Kiki Juanda
Editor: Respati











