JEMBRANA, abahtindik.com | Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui PPK 1.2 Provinsi Bali mulai melaksanakan penanganan Jembatan Tukad Sanghyang Gede di ruas strategis Denpasar–Gilimanuk KM 109+850, tepatnya di Desa Candikusuma, Kabupaten Jembrana.
Pekerjaan ini dijadwalkan berlangsung selama periode 24 April hingga 2 Mei 2026, dengan fokus utama pada peningkatan kondisi struktur jembatan yang dinilai telah mengalami penurunan performa.
Berdasarkan data teknis, jembatan tersebut telah berusia sekitar 46 tahun, sehingga memerlukan penanganan untuk menjaga aspek keselamatan, kenyamanan, serta keberlanjutan fungsi infrastruktur jalan nasional di koridor logistik utama Bali bagian barat.
Selama proses pekerjaan berlangsung, BBPJN Jatim–Bali menerapkan rekayasa lalu lintas bersifat situasional guna mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan. Pengaturan ini dilakukan di ruas Denpasar–Gilimanuk dengan titik pengendalian utama di sekitar lokasi pekerjaan.
Mengacu pada infografis resmi, skema pengalihan arus diberlakukan sebagai berikut:
Arus dari Gilimanuk menuju Denpasar yang mencapai wilayah Pasar Melaya akan dialihkan melalui Tugu Persil ke arah utara.
Arus dari Denpasar menuju Gilimanuk yang mencapai wilayah Tuwed akan diarahkan melalui Tugu Tuwed ke jalur utara.
Pengalihan ini bertujuan untuk menjaga kelancaran distribusi kendaraan serta menghindari penumpukan di titik pekerjaan.
Selain itu, kendaraan berukuran kecil disarankan menggunakan jalur alternatif guna mengurangi beban lalu lintas di ruas utama. Sementara itu, pengguna jalan secara umum diimbau untuk:
meningkatkan kewaspadaan saat melintas,
mengurangi kecepatan kendaraan,
serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
BBPJN menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif dalam menjaga standar keselamatan infrastruktur jalan nasional, khususnya pada jalur Denpasar–Gilimanuk yang memiliki intensitas lalu lintas tinggi sebagai penghubung utama Bali–Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk.
Dengan dilaksanakannya penanganan ini, diharapkan kondisi jembatan dapat kembali optimal dan mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik secara lebih aman dan efisien.
Pihak pelaksana juga menyampaikan permohonan maaf atas potensi gangguan perjalanan selama masa pekerjaan, sekaligus mengapresiasi dukungan masyarakat dalam menjaga ketertiban lalu lintas.
Sumber: BBPJN Jatim–Bali
Reporter: Rijen Senario
Editor: Ibnu Aji Sesario











