Headline

Dua Insiden Bunuh Diri, Dinas PUBM Jatim Siapkan Pagar Pengaman di Jembatan Cangar

2441
×

Dua Insiden Bunuh Diri, Dinas PUBM Jatim Siapkan Pagar Pengaman di Jembatan Cangar

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, abahtindik.com — Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Provinsi Jawa Timur segera mengambil langkah penanganan dengan merencanakan pemasangan pagar pengaman di Jembatan Kembar Cangar, Kota Batu. Kebijakan ini diambil setelah terjadi dua insiden bunuh diri dalam kurun waktu kurang dari satu bulan di lokasi yang sama.

Peristiwa terbaru terjadi pada Kamis, 23 April 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Aparat kepolisian menerima laporan penemuan jasad seorang pria di dasar jurang di bawah jembatan. Korban kemudian diidentifikasi berinisial DPW (24), warga Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, berupa sepeda motor yang terparkir di atas jembatan serta sandal yang berada di bibir jembatan. Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa korban jatuh dari atas jembatan.

Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi pada 31 Maret 2026. Seorang pemuda berinisial MMA (24), warga Mojokerto, ditemukan meninggal dunia di lokasi yang sama. Dalam kasus tersebut, pola temuan di lapangan menunjukkan kesamaan, yakni adanya kendaraan dan barang pribadi yang ditinggalkan di atas jembatan sebelum korban ditemukan di bawah jurang.

Kasat Reskrim Polres Batu AKP Joko Suprianto membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan masih melanjutkan proses penyelidikan. Dugaan sementara, kematian korban mengarah pada bunuh diri.

Menanggapi kejadian berulang tersebut, Plt Sekretaris Dinas PU Bina Marga Jatim, Ir. Agus Hari Purnomo, ST., MT, menegaskan bahwa aspek keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Ia menyebutkan bahwa pihaknya segera melakukan percepatan langkah teknis berupa pemasangan pagar pengaman di area jembatan.

Saat ini, proses perencanaan telah memasuki tahap kalkulasi teknik struktur. Pekerjaan fisik pemasangan pagar ditargetkan dapat mulai dilaksanakan pada Mei 2026. Langkah ini diharapkan dapat menjadi upaya pencegahan untuk meminimalkan potensi kejadian serupa di masa mendatang.

Secara geografis, Jembatan Cangar berada di kawasan dengan topografi curam dan memiliki jurang dalam, sehingga dinilai memiliki tingkat risiko tinggi apabila tidak dilengkapi sistem pengaman tambahan. Oleh karena itu, intervensi berupa pemasangan pagar menjadi salah satu bentuk peningkatan standar keselamatan pada infrastruktur jalan.

Dua kejadian dalam waktu berdekatan tersebut juga memicu perhatian publik, termasuk di media sosial. Kasus sebelumnya bahkan sempat menjadi perbincangan luas setelah beredar video yang memperlihatkan korban sebelum kejadian.

Situasi ini menunjukkan bahwa selain penanganan dari sisi infrastruktur, diperlukan pula perhatian terhadap faktor sosial dan pengawasan di kawasan rawan untuk mencegah kejadian serupa.

Sumber: abahtindik.com
Reporter: Alief Leksono
Editor: Respati

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.