CIREBON, abahtindik.com | Upaya penguatan konektivitas jalur logistik nasional terus dilakukan pemerintah melalui pekerjaan rekonstruksi di ruas Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat. Kali ini, PPK 1.3 Provinsi Jawa Barat melaksanakan pekerjaan rekonstruksi jalan pada ruas Batas Kota Cirebon hingga Losari, yang menjadi penghubung strategis menuju perbatasan Jawa Tengah.
Pekerjaan yang tengah berlangsung tersebut memiliki total panjang penanganan mencapai 5,14 kilometer dengan menggunakan metode perkerasan beton (rigid pavement) sebagai pengganti lapisan aspal sebelumnya.
Rekonstruksi dilakukan karena ruas Pantura Cirebon–Losari selama ini dikenal sebagai salah satu jalur utama distribusi logistik nasional dengan intensitas kendaraan berat yang sangat tinggi, mulai dari angkutan barang antarprovinsi hingga kendaraan industri berskala besar.
Pemilihan konstruksi beton dinilai lebih mampu menghadapi beban lalu lintas tinggi serta memiliki daya tahan lebih panjang dibanding perkerasan aspal konvensional. Dengan peningkatan struktur jalan tersebut, pemerintah berharap kondisi ruas nasional itu menjadi lebih kuat, minim kerusakan, bebas lubang, serta mampu mendukung kelancaran mobilitas barang dan jasa antarwilayah.
Berdasarkan dokumentasi pekerjaan di lapangan, proses pengecoran dilakukan secara bertahap, termasuk pada malam hari, guna menjaga efektivitas pekerjaan sekaligus meminimalkan gangguan terhadap arus kendaraan di jalur Pantura yang hampir tidak pernah sepi.
Petugas lapangan juga terus mengimbau pengguna jalan agar tetap berhati-hati, mematuhi rambu sementara, dan mengikuti arahan personel selama masa konstruksi berlangsung demi menjaga keselamatan bersama.
Rekonstruksi ruas Cirebon–Losari ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan infrastruktur nasional, khususnya dalam mendukung efisiensi distribusi logistik di koridor ekonomi Pulau Jawa.
Reporter: Rijen Senario
Editor: Respati
Sumber: BBPJN Jawa Barat – DKI











