JAKARTA, abahtindik.com — Badan Pusat Statistik resmi merilis perkembangan pertumbuhan ekonomi Provinsi DKI Jakarta pada Triwulan I tahun 2026 melalui agenda Berita Resmi Statistik yang digelar pada Selasa (5/5/2026).
Rilis tersebut menjadi indikator penting untuk membaca kondisi ekonomi ibu kota pada awal tahun, terutama di tengah tantangan global, penyesuaian konsumsi masyarakat, hingga dinamika investasi dan aktivitas perdagangan.
Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta menjelaskan, pertumbuhan ekonomi pada periode Januari hingga Maret 2026 masih menunjukkan tren positif dengan dukungan dari sejumlah sektor utama, mulai dari perdagangan, jasa keuangan, transportasi, konstruksi, hingga industri pengolahan.
Menurut BPS, pergerakan ekonomi Jakarta tetap ditopang oleh tingginya aktivitas bisnis, mobilitas masyarakat, serta belanja pemerintah dan sektor swasta yang mulai meningkat setelah memasuki awal tahun anggaran.
Selain itu, sektor konsumsi rumah tangga juga disebut masih menjadi kontributor utama terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), diikuti investasi dan aktivitas ekspor-impor yang relatif stabil.
BPS menegaskan, data pertumbuhan ekonomi ini menjadi dasar evaluasi bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan, menjaga stabilitas harga, memperkuat daya beli masyarakat, serta memastikan momentum pemulihan ekonomi terus terjaga sepanjang tahun 2026.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan dapat memanfaatkan capaian tersebut untuk memperkuat sektor produktif, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah ibu kota.
Dengan publikasi resmi ini, BPS berharap masyarakat, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan dapat memperoleh gambaran objektif terkait kondisi ekonomi Jakarta pada awal tahun, sekaligus menjadi acuan dalam menentukan strategi pembangunan ke depan.
Reporter: Rijen Senario
Editor: Respati
Sumber: abahtindik.com











