Ekbis

Ditjen Bina Marga dan Korea Selatan Uji Coba Asbuton Murni di Tol Pemalang–Batang, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

1982
×

Ditjen Bina Marga dan Korea Selatan Uji Coba Asbuton Murni di Tol Pemalang–Batang, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Pemalang, abahtindik.com | Pemerintah Indonesia terus mendorong pemanfaatan sumber daya dalam negeri untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui kerja sama antara Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dengan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan atau Ministry of Land, Infrastructure and Transport (MOLIT) dalam pelaksanaan uji coba penggunaan Asbuton Murni pada Ruas Jalan Tol Pemalang–Batang.

Uji coba tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan teknologi konstruksi jalan yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat pemanfaatan produk lokal nasional. Dalam kegiatan tersebut, Asbuton Murni dipadukan dengan teknologi Warm Mix Asphalt (WMA) yang memungkinkan proses pencampuran dan penghamparan aspal dilakukan pada suhu yang lebih rendah dibandingkan metode konvensional.

Pemanfaatan teknologi WMA dinilai mampu menekan konsumsi energi selama proses produksi sekaligus mengurangi emisi gas buang yang dihasilkan. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berwawasan lingkungan dan berkontribusi terhadap target pengurangan emisi karbon nasional.

Indonesia diketahui memiliki cadangan Aspal Buton (Asbuton) terbesar di dunia yang berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Potensi tersebut menjadi modal penting bagi bangsa Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor serta meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri.

Melalui sinergi dengan MOLIT Korea Selatan, Ditjen Bina Marga berupaya mengkaji performa dan efektivitas penggunaan Asbuton Murni pada infrastruktur jalan berstandar tinggi. Hasil pengujian diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan teknologi perkerasan jalan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan memiliki daya tahan yang optimal.

Kolaborasi internasional tersebut juga menjadi wujud transfer pengetahuan dan teknologi dalam sektor konstruksi jalan. Dengan dukungan inovasi terkini, Indonesia berpeluang memperluas penggunaan Asbuton pada berbagai proyek infrastruktur strategis nasional di masa mendatang.

Penggunaan material lokal yang dipadukan dengan teknologi rendah emisi dinilai menjadi langkah penting dalam mewujudkan pembangunan jalan nasional yang tangguh, efisien, dan ramah lingkungan. Selain meningkatkan kemandirian industri konstruksi nasional, pemanfaatan Asbuton juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah penghasil serta memperkuat daya saing sektor infrastruktur Indonesia.

Inovasi hijau melalui pemanfaatan Asbuton Murni dan teknologi Warm Mix Asphalt di Ruas Tol Pemalang–Batang diharapkan menjadi contoh penerapan pembangunan berkelanjutan yang dapat direplikasi pada berbagai proyek jalan nasional lainnya di seluruh Indonesia.

Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan
Sumber: Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.