Bogor – abahtindik.com | Progres penanganan longsoran di Ruas Jalan Cijayanti, Desa Bojongkoneng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga pertengahan Juni 2026, tingkat penyelesaian pekerjaan telah mencapai 91 persen, lebih cepat dibandingkan target yang telah direncanakan sebelumnya.
Penanganan longsoran tersebut dilakukan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat sebagai upaya memulihkan kondisi jalan sekaligus memperkuat stabilitas lereng yang terdampak pergerakan tanah.
Saat ini, tim pelaksana di lapangan tengah memfokuskan pekerjaan pada dua komponen utama, yakni pembangunan tiang bor beton (bored pile) berdiameter 600 milimeter serta pembangunan pile cap atau balok pengikat beton. Kedua struktur tersebut berfungsi sebagai fondasi dan penguat utama untuk menahan tekanan tanah serta mengembalikan kestabilan badan jalan.
Pengerjaan bored pile dilakukan sebagai fondasi dalam yang mampu meningkatkan daya dukung lereng dan meminimalkan risiko pergeseran tanah di masa mendatang. Sementara itu, pile cap dibangun untuk mengikat dan menyatukan struktur bawah sehingga mampu mendistribusikan beban secara merata.
Penanganan longsoran ini menjadi bagian dari langkah cepat pemerintah dalam menjaga konektivitas jaringan jalan nasional dan menjamin keselamatan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi area pekerjaan. Pengendara diminta mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah dipasang serta mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan bersama selama proses penyelesaian pekerjaan berlangsung.
Dengan capaian progres yang telah menyentuh angka 91 persen, penyelesaian penanganan longsoran di Ruas Jalan Cijayanti diharapkan dapat segera rampung sehingga akses transportasi masyarakat kembali optimal dan aman digunakan dalam jangka panjang.
Editor: Respati
Sumber: BBPJN Jawa Barat – DKI











