abahtindik.com – Menyambut bulan suci Ramadan, Jamaah Masjid/Musholla se-Desa Balerejo bersama warga masyarakat setempat menggelar tradisi Nyekar Bareng atau ziarah bersama ke makam leluhur. Kegiatan yang digelar pada Minggu (23/03/2025) pagi ini tidak hanya menjadi momen sakral, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda untuk terus menghormati dan mendoakan para pendahulu mereka.
Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan warga duduk berhadapan di depan makam keluarga masing-masing, membawa alas duduk sendiri. Rangkaian kegiatan diawali dengan khataman Al-Qur’an 30 juz, dilanjutkan pembacaan Surat Yasin oleh Ustadz Kamaludin dan tahlil bersama yang dipimpin Ustadz Sugeng.
Tradisi Turun-Temurun yang Dipererat
Kepala Desa Balerejo, Samsu Jatmiko, menjelaskan bahwa Nyekar Bareng di Makam Gendisan Dusun Surupakan merupakan tradisi turun-temurun. “Dulu masyarakat biasanya ziarah sendiri-sendiri, tapi kali ini kami bersama Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, dan tokoh agama mengemasnya secara bersama-sama agar lebih semarak,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tradisi, melainkan juga sarana edukasi. “Khususnya bagi anak-anak, agar mereka terbiasa mendoakan orang tua dan leluhur,” tambah Samsu.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat besar. Semoga amalan ini membawa kita semua menuju ridho Allah SWT,” ungkapnya penuh harap.
Silaturahmi dan Penghormatan kepada Leluhur
Menurut Samsu, Nyekar Bareng tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antarwarga, tetapi juga bentuk penghormatan kepada leluhur. “Ini adalah wujud Birrul Walidain, berbuat baik kepada orang tua dan para pendahulu yang telah meninggal,” jelasnya.
Ia berharap tradisi ini terus dilestarikan dan semakin baik di masa depan. “Berdoa bersama dan mendoakan leluhur adalah ajaran para ulama dan nenek moyang kita. Mari tingkatkan amalan-amalan baik ini,” pesannya.
Antusiasme Warga, Bahkan dari Luar Desa
Samsu mengapresiasi tingginya partisipasi warga. “Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih baik dan lebih ramai. Hari ini warga sangat antusias, bahkan ada yang datang dari luar desa karena memiliki leluhur yang dimakamkan di sini,” ujarnya.
Sekretaris Desa Balerejo, Agus, juga menyampaikan harapannya agar tradisi ini terus hidup dan mempererat tali silaturahmi. “Semoga Nyekar Bareng dan doa bersama seperti ini bisa terus dilakukan dengan partisipasi yang semakin besar,” imbuhnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini membuktikan bahwa nilai-nilai luhur masih terjaga dengan baik di Desa Balerejo. “Ini adalah bukti nyata bahwa tradisi positif warisan leluhur masih dipegang teguh oleh masyarakat kami,” pungkasnya. (Endi S)











