Headline

Sinergi BBPJN Jatim–Bali dan Satker PJN Perkuat Pemeliharaan Jalan Nasional Jalur Selatan

138
×

Sinergi BBPJN Jatim–Bali dan Satker PJN Perkuat Pemeliharaan Jalan Nasional Jalur Selatan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA | abahtindik.com — Memasuki awal 2026, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali bersama Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Jawa Timur memperkuat sinergi dalam menjaga kemantapan jalan nasional, khususnya pada jalur selatan dan ruas strategis penghubung Jawa Timur–Bali.

Fokus kerja tidak lagi sekadar pada penyelesaian fisik proyek, melainkan memastikan jalan nasional yang telah dibangun tetap berada dalam kondisi mantap, aman, dan layak dilalui. Sejumlah ruas yang telah melewati tahapan Provisional Hand Over (PHO) pada akhir 2025 kini menjadi prioritas pemeliharaan rutin dan respons cepat.

Kepala Satker PJN Wilayah I Jawa Timur, Aldiansyah, S.T., M.T., bersama PPK 1.2 Ruas Situbondo–Ketapang–Banyuwangi, Syaiful Fajar, S.T., M.T., dan PPK 1.1 Provinsi Jawa Timur Ruas Probolinggo–Paiton–Situbondo, Wahyu Wibowo, S.T., meninjau langsung pekerjaan pemeliharaan Jalan Nasional Jalur Selatan di wilayah Jawa Timur.
Ilustrasi: abahtindik.com

Kepala BBPJN Jawa Timur–Bali, Javid Hurriyanto, S.T., M.T., menyampaikan bahwa hasil penanganan jalan nasional di wilayah Jawa Timur dan Bali sejauh ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Tingkat kemantapan jalan, menurutnya, menjadi indikator utama keberhasilan kerja lapangan.

“Penanganan jalan di Jawa Timur dan Bali saat ini bisa dirasakan dari kondisi jalan yang relatif mantap dan tetap terjaga,” ujar Javid.

Sejalan dengan itu, Kepala Satker PJN Wilayah I Jawa Timur, Aldiansyah, S.T., M.T., menegaskan bahwa tahun 2026 diarahkan sebagai tahun kesiapsiagaan. Setiap kerusakan ringan, terutama lubang pada badan jalan, ditargetkan ditangani secepat mungkin tanpa menunggu kondisi memburuk.

“Begitu ada kerusakan, penanganan harus segera dilakukan. Jalan yang sudah PHO wajib tetap dalam kondisi mantap,” tegas Aldiansyah.

Untuk mendukung kecepatan respons tersebut, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, termasuk dengan kepolisian dan pemangku kepentingan lalu lintas di masing-masing wilayah. Langkah ini dilakukan agar penanganan darurat di lapangan tidak menimbulkan gangguan lalu lintas berkepanjangan.

Keterangan Foto (abahtindik.com):
Petugas Satker PJN Wilayah I Jawa Timur melakukan pekerjaan pemeliharaan rutin Jalan Nasional pada awal 2026. Kegiatan ini difokuskan untuk menjaga kemantapan dan keselamatan lalu lintas di sejumlah koridor strategis, termasuk Jalur Selatan Jawa Timur, agar fungsi jalan tetap optimal mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Sumber: Satker PJN Wilayah I Provinsi Jawa Timur
Ilustrasi: abahtindik.com

Di bawah koordinasi BBPJN Jawa Timur–Bali, Satker PJN Wilayah I membawahi sejumlah PPK dengan karakteristik ruas yang berbeda. PPK 1.1 Provinsi Jawa Timur di bawah Wahyu Wibowo, S.T. menangani ruas Probolinggo–Paiton–Situbondo. PPK 1.2 yang dipimpin Syaiful Fajar, S.T., M.T. mengelola ruas Situbondo–Ketapang–Banyuwangi, jalur vital menuju Bali.

Aldiansyah mengakui, beban lalu lintas tinggi di jalur timur dan selatan Jawa Timur, termasuk akses ke Bali, menjadi tantangan tersendiri. Namun dengan sinergi antarunit dan kesiapan personel, fungsi jalan nasional diharapkan tetap terjaga sepanjang waktu.

“Ruasnya berbeda-beda, tapi tanggung jawabnya sama. Jalan nasional harus aman, lancar, dan tetap mantap,” pungkasnya.

Reporter: Ponco Drajat Santoso
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Seluruh konten berita di abahtindik.com dilindungi hukum. Dilarang menyalin, mengambil, memproses, atau menggunakan konten—termasuk untuk AI—tanpa izin tertulis dari abahtindik.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *